Arsenal Lebih Terhormat dari Liverpool

Kompas.com - 05/09/2010, 04:37 WIB

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Bek Liverpool, Jamie Carragher, menilai Arsenal punya reputasi lebih baik ketimbang timnya dan menurutnya, "The Reds" harus bangkit demi memulihkan nama baik mereka sendiri.

Liverpool masih punya reputasi sebagai tim besar Inggris. Reputasi itu tak luntur meski gagal menjuarai Premier League selama dua dekade. Namun, nama besar mereka kini berada dalam ancaman serius, setelah finis di posisi ketujuh Premier League musim lalu dan meningkatnya daya saing klub-klub di luar "The Big Four", misalnya Manchester City dan Tottenham Hotspur.

Ada banyak faktor yang membuat Liverpool berada dalam kondisi buruk, yang terbesar dan pelik adalah krisis finansial akibat beban utang yang membuat klub itu kini berada dalam status dijual.

Menurut pemberitaan di Inggris, ada sejumlah pemilik modal kuat berminat membeli Liverpool dari Tom Hicks dan George Gillet. Namun, sejauh ini, belum bisa dipastikan kapan Liverpool berpindah tangan.

Soal prestasi, puasa Arsenal tak sepanjang Liverpool. Terakhir kali, mereka menjuarai Premier League pada 2003-2004. Toh, Arsenal juga menerima banyak kritik, terutama dari pendukungnya sendiri.

Menurut Carragher, situasi Arsenal jauh lebih baik ketimbang timnya. Setidaknya, manajemen klub dan kualitas permainan Arsenal stabil dan memuaskan penonton sehingga tetap diperhitungkan berbahaya, meski tak menjuarai apa pun semenjak 2005.

"Aku berpikir, bahwa musim lalu, orang tak menyukai Liverpool. Manajer lain, Anda tahu, mereka membenci kami. Media semua beritanya (tentang kami) negatif. Aku tahu kami tak berbuat baik di lapangan, tetapi aku pikir ini Liverpool memang sedang negatif," ujar Carragher.

"Kami berada dalam situasi seperti kritik Martin O'Neill dan Steve Bruce dan mereka benar. Kami seharusnya tidak terlibat dalam urusan seperti itu. Setiap orang harus melihat Liverpool dan mengatakan mereka memiliki martabat,"

"Aku pikir, cara orang melihat Arsenal. Mereka (Arsenal) melakukan hal dengan benar. Mereka mengarahkan diri mereka di jalan yang benar. aku pikir, kami pernah menjadi klub yang seperti itu dan kami harus kembali ke sana, yaitu melakukan hal dengan benar,"

"Kadang-kadang Anda menang, kadang-kadang kalah dan itulah sepak bola. Anda tak bisa selalu menang, tetapi Anda masih bisa melakukan sesuatu yang membuat orang tetap menghormati Anda,"

"Kami harus membuat orang melihat Liverpool dan berpikir mereka memiliki penghargaan tentang kami. Aku pikir, kami akan kembali ke sana. Aku tak ingin bicara soal kenapa kami kalah, tetapi soal (kembali kepada kemenangan)," tambahnya. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau