Mudik 2010

31.006 Orang Melintas di Pelabuhan Merak

Kompas.com - 05/09/2010, 04:40 WIB

MERAK, KOMPAS.com — Arus mudik penumpang pejalan kaki dan penumpang di atas kendaraan Pelabuhan Merak pada H-6 mencapai 31.006 orang dan kendaraan roda empat dan dua sebanyak 5.770 unit.

"Saat ini penumpang dan kendaraan masih relatif normal," kata Uta (35), petugas pendataan di Pelabuhan Merak, Sabtu (4/9/2010).       Uta mengatakan, hingga kini belum ada lonjakan penumpang dan kendaraan pada arus mudik Lebaran 2010. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 karena saat ini kondisi penumpang masih normal. Selama dua hari terakhir, katanya, Pelabuhan Merak sepi penumpang, baik penumpang pejalan kaki maupun kendaraan.

"Saya yakin arus mudik mulai ramai pada Minggu dini hari karena pegawai swasta di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sudah libur," katanya.       Berdasarkan data pukul 00.00 sampai 16.00 WIB jumlah penumpang arus mudik yang menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni 31.006 orang, terdiri dari penumpang pejalan kaki dan penumpang di atas kendaraan. Sedangkan, kendaraan roda dua, angkutan pribadi, truk, dan bus mencapai 5.770 unit.

"Jumlah penumpang dan kendaraan sebanyak itu masih dinyatakan normal dan tidak terjadi lonjakan arus mudik," katanya.       Pantauan pada Sabtu malam, suasana Pelabuhan Merak masih sepi dan tidak terjadi antrean kendaraan, lonjakan penumpang pejalan kaki, dan kepadatan kendaraan.       Bahkan, kapal roll on-roll of atau ro-ro tidak terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan. Saat ini, lanjutnya, setiap kendaraan yang masuk Dermaga Pelabuhan Merak langsung naik ke atas kapal ro-ro.       "Saya kira arus mudik lebaran berjalan lancar dan tidak terjadi kepadatan penumpang dan kendaraan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau