Oki: Takbiran Sampai Menangis

Kompas.com - 06/09/2010, 06:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Oki Setiana Dewi, peraih dua penghargaan dalam Indonesian Movie Awards 2010 berkat aktingnya dalam film Ketika Cinta Bertasbih, ingin merasakan lagi suasana takbiran di kampung halamannya, Batam. Makanya, ia berencana akan mudik pada H-2, menjelang Idul Fitri 1431 Hijriah..     "Saya akan berangkat H-2 naik pesawat. Saya di sana cuma empat hari, karena harus kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan beberapa urusan," kata

Oki memilih H-2 karena ingin merasakan suasana takbiran di Batam yang begitu menggema. "Saya ikut bertakbir dari suara awalnya lantang hingga lirih, sampai-sampai saya meneteskan air mata," ceritanya. "Habis shalat Ied, saya sungkeman terlebih dulu dengan ibu, lalu ke ayah saya," ujar penikmat ketupat, opor, dan rendang pada Lebaran ini.

Putri dari pasangan berdarah Jawa dan Palembang ini juga telah menyiapkan barang-barang yang akan dihadiahkannya kepada orangtuanya. "Hanya perlengkapan shalat sederhana, seperti baju koko, mukena, sandal, kopiah, dan sajadah," ungkapnya. "Dulu, orangtua yang belikan untuk anak-anaknya. Kini, gantian, saya yang belikan untuk ibu, ayah, dan anak. Barangnya sendiri saya beli di sini (Jakarta), lalu dikirim ke Batam," terang pemeran tokoh Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih ini. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau