Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto
KALIANDA, KOMPAS.com — Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Selatan mulai melakukan pengawalan pemudik sepeda motor. Pengawalan dilakukan semenjak pemudik keluar dari Pelabuhan Bakauheni hingga ke Bandar Lampung.
Pengawalan mulai dilakukan sejak Minggu (5/9/2010) dan akan terus berlangsung hingga H-1 Idul Fitri pada Jumat mendatang. Pengawalan sebenarnya dijadwalkan sejak Sabtu lalu, tetapi karena jumlah pemudik sepeda motor sedikit, maka hal itu urung dilaksanakan. "Sebab, mulai saat ini jumlah pemudik sepeda motor mulai naik sehingga kami lakukan pengawalan meski jadwalnya sudah sejak kemarin," jelas Ajun Komisaris Sarpani, Kepala Satlantas Polres Lamsel, Minggu.
Bentuk teknis pengawalan adalah memberhentikan semua pemudik sepeda motor yang baru turun dari kapal. Setelah terkumpul lebih dari 300 sepeda motor, barulah rombongan diberangkatkan. Pengawalan itu tidak ditentukan berdasarkan jam, tetapi bergantung pada jumlah sepeda motor dari tiap kapal, dan hanya dilakukan pada siang hari dengan alasan jika malam hari bisa membahayakan pengendara motor sendiri.
Satlantas Polres Lamsel mengarahkan lima kendaraan patroli untuk pengawalan ini dengan sistem bergantian. Pengawalan pun tidak sepenuhnya sampai di Bandar Lampung, bergantung pada jumlah sepeda motor. "Sepanjang jalinsum ini banyak persimpangan, jika pemudik sepeda motor sudah banyak yang berpencar atau jumlahnya menjadi sedikit, pengawalan hanya sampai di sana. Tapi, ada juga yang sampai Bandar Lampung," ujar Sarpani.
Di lain pihak, seandainya sampai perbatasan Lamsel-Bandar Lampung jumlah pemudik bermotor masih banyak, pengawalan berlanjut dengan dua sepeda motor patroli Polres Lamsel. Hal ini karena mobil patroli harus kembali lagi ke Bakauheni.
Pengawalan pemudik bermotor memang sudah menjadi agenda Satlantas Polres Lamsel. Hal itu pernah ditegaskan Kapolres Lamsel Ajun Komisaris Besar Bahagia Dachi, dengan alasan untuk pelayanan kepada masyarakat. Kendati keputusan Menteri Perhubungan mengatakan melarang pemudik sepeda motor, untuk Lamsel hal itu belum berlaku mutlak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang