Gedung baru wakil rakyat

Pimpinan DPR dan Konsultan Bahas Gedung

Kompas.com - 06/09/2010, 10:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan mengadakan pertemuan dengan para konsultan pembangunan gedung baru DPR membahas revisi desain gedung yang menuai kontroversi tersebut. Pertemuan yang digagas Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) itu akan dilangsungkan pada Senin (6/9/2010) siang di Ruang Pimpinan DPR.

Ketua DPR merangkap Ketua BURT Marzuki Alie mengatakan, pertemuan dengan konsultan itu untuk mengklarifikasi beberapa isu simpang siur di balik pembangunan gedung bernilai Rp 1,1 triliun itu.

"Pertemuan dengan konsultan ini agar semua informasi clear. Daripada informasi simpang siur, saya panggil saja konsultan untuk menjelaskan," kata Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, pagi ini.

Setelah BURT menyosialisasikan rencana pembangunan gedung pekan lalu, muncul rumor bahwa gedung baru 36 lantai itu akan dilengkapi fasilitas spa. Namun, Marzuki membantah rumor itu.

"Saya nanti juga mau tanya, informasi soal spa itu dari mana? Karena tidak ada rencana untuk itu. BURT juga akan memaparkan rencana keseluruhan kepada semua pemimpin DPR. Selama ini belum sempat," ujar politisi dari Partai Demokrat ini.

Ia menegaskan siap memberikan sanksi kepada pihak yang telah menyebarkan informasi tidak benar terkait pembangunan gedung DPR.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau