JAKARTA, KOMPAS.com — Selama bulan puasa hingga 3 September lalu, jumlah penukaran uang receh di wilayah Jabodetabek yang dilakukan Bank Indonesia mencapai Rp 90 miliar. Nilai ini hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 33 miliar.
Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah mengatakan, peningkatan penukaran uang kecil ini karena pihaknya lebih aktif menjangkau masyarakat. Tahun ini, Bank Indonesia membuka tempat penukaran permanen di Tugu Monumen Nasional (Monas), lima mobil keliling, dan di tempat peristirahatan jalan tol. "Jadi, yang Rp 90 miliar itu dari jasa kas keliling Bank Indonesia saja," tegasnya.
Seperti diketahui, sejak awal bulan puasa, Bank Indonesia telah membuka layanan penukaran uang receh, baik dengan jasa kas keliling maupun langsung. Penukaran uang receh ini untuk mengakomodasi tradisi membagikan uang kecil pada saat perayaan Idul Fitri.
Selain melakukan penukaran langsung, Bank Indonesia juga menggaet 10 bank untuk bekerja sama. Ke-10 bank itu adalah Bank Artha Graha, Bank Central Asia (BCA), BNI, BRI, Bank Danamon, Bank DKI, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, Bank UOB Buana, dan Bank Sumut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang