Dibanding tahun lalu

Penukaran Receh Naik Tiga Kali Lipat

Kompas.com - 06/09/2010, 14:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Selama bulan puasa hingga 3 September lalu, jumlah penukaran uang receh di wilayah Jabodetabek yang dilakukan Bank Indonesia mencapai Rp 90 miliar. Nilai ini hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 33 miliar.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah mengatakan, peningkatan penukaran uang kecil ini karena pihaknya lebih aktif menjangkau masyarakat. Tahun ini, Bank Indonesia membuka tempat penukaran permanen di Tugu Monumen Nasional (Monas), lima mobil keliling, dan di tempat peristirahatan jalan tol. "Jadi, yang Rp 90 miliar itu dari jasa kas keliling Bank Indonesia saja," tegasnya.

Seperti diketahui, sejak awal bulan puasa, Bank Indonesia telah membuka layanan penukaran uang receh, baik dengan jasa kas keliling maupun langsung. Penukaran uang receh ini untuk mengakomodasi tradisi membagikan uang kecil pada saat perayaan Idul Fitri.

Selain melakukan penukaran langsung, Bank Indonesia juga menggaet 10 bank untuk bekerja sama. Ke-10 bank itu adalah Bank Artha Graha, Bank Central Asia (BCA), BNI, BRI, Bank Danamon, Bank DKI, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, Bank UOB Buana, dan Bank Sumut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau