JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 50 sopir bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, pada H-4, Senin (6/9/2010), menjalani tes kesehatan. "Tes kesehatan ini untuk mengetahui aphetamin dan alkohol sopir," ujar Hengki Sitorus, Kepala Terminal Kalideres.
Petugas Kementerian Kesehatan, Farina Handayani, mengatakan, tes urine itu dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Jakarta Barat. Tiap sopir menjalani tiga tes, yaitu tes urine untuk mengetahui kandungan aphetamin, tes tekanan darah, dan tes alkohol.
Tes tersebut dibagi dua periode dalam satu hari. Sebanyak 25 orang untuk shift pagi, 25 orang lagi siang. Untuk 25 orang pertama, dinas kesehatan tidak menemukan adanya alkohol dan aphetamin pada sopir bus.
" Hanya ada satu orang yang menderita hipertensi ringan," kata Farina.
Menurut dia, jika ditemukan kandungan aphetamin ataupun alkohol dalam tubuh sopir, pihaknya hanya akan memberikan rekomendasi kepada kepala terminal.
"Kami hanya memberikan rekomendasi tindakan apa yang sebaiknya diambil, tidak boleh jalan atau perlu perawatan dahulu. Selanjutnya yang memutuskan boleh berangkat atau tidak itu kepala terminal," ujarnya.
Hengki Sitorus menyatakan akan memberikan sanksi tegas bagi para pemudik yang terbukti hasil tes urinenya mengandung alkohol. "Tidak akan kami bolehkan berangkat kalau mabuk," ujar Hengki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang