Tahu Tempat Uang, Rampok Sikat Rp 180 Juta

Kompas.com - 06/09/2010, 16:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Kawanan perampok bersenjata api menggasak uang tunai ratusan juta rupiah dari toko kelontong Jaya di Jalan Majapahit 472, Semarang, Senin.

Menurut pemilik toko, The Sioe Hwee (76), yang terlihat masih terkejut, perampokan tersebut terjadi kira-kira pukul 11.30 WIB saat hujan deras.

"Saat berada di dalam toko, tiba-tiba masuk empat orang yang masing-masing membawa senjata api jenis pistol yang langsung menodongkan ke arah saya dan sejumlah karyawan," katanya.

Seorang perampok lalu mengambil uang tunai ratusan juta rupiah yang disimpan di laci meja kasir dan kotak penyimpanan, sedangkan perampok lainnya menggiring seluruh karyawan masuk ke sebuah ruangan di dalam toko.

Setelah berhasil mengambil uang tunai dengan jumlah sebesar Rp 180 juta, perampok meninggalkan toko dengan mengendarai dua sepeda motor yang tidak diketahui jenis maupun nomor polisinya.

Saat hendak keluar toko, perampok sempat memukul kepala petugas parkir bernama Dono (25), warga Pedurungan Lor Semarang, yang ada di depan toko dengan menggunakan pistol hingga menderita luka.

Selain menggunakan senjata api, para perampok juga memakai helm dan jaket hitam serta mengenakan penutup wajah saat melakukan aksinya.

Korban mengatakan, uang tunai ratusan juta rupiah yang diambil para perampok tersebut sebenarnya akan disetorkan ke bank oleh salah seorang karyawan toko bernama Kasron (26).

"Uang yang akan disetorkan ke bank berjumlah Rp 160 juta, sedangkan uang Rp 20 juta merupakan uang hasil penjualan berbagai kebutuhan pokok," ujarnya.

Anggota Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Semarang dan Kepolisian Sektor Pedurungan langsung mendatangi lokasi perampokan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sebagai bahan penyelidikan, polisi mengambil hasil rekaman kamera pengintai yang berada di toko pada saat terjadi perampokan dan meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk pemilik dan karyawan toko.

Kapolsek Pedurungan Kompol Hendro yang mendatangi TKP mengatakan, kasus perampokan bersenjata api dengan kerugian ratusan juta rupiah sedang dalam penanganan kepolisian.

"Kasus perampokan ini masih dalam penyelidikan intensif. Kami akan memeriksa alat bukti yang ditemukan di TKP dan meminta keterangan saksi untuk dijadikan bahan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Pihaknya belum dapat memastikan apakah senjata api yang digunakan para perampok itu mainan atau bukan.

Dari hasil penyelidikan sementara di TKP dan keterangan beberapa saksi, kawanan perampok diduga telah mengetahui keadaan toko dan tempat penyimpanan uang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau