SEMARANG, KOMPAS.com — Kawanan perampok bersenjata api menggasak uang tunai ratusan juta rupiah dari toko kelontong Jaya di Jalan Majapahit 472, Semarang, Senin.
Menurut pemilik toko, The Sioe Hwee (76), yang terlihat masih terkejut, perampokan tersebut terjadi kira-kira pukul 11.30 WIB saat hujan deras.
"Saat berada di dalam toko, tiba-tiba masuk empat orang yang masing-masing membawa senjata api jenis pistol yang langsung menodongkan ke arah saya dan sejumlah karyawan," katanya.
Seorang perampok lalu mengambil uang tunai ratusan juta rupiah yang disimpan di laci meja kasir dan kotak penyimpanan, sedangkan perampok lainnya menggiring seluruh karyawan masuk ke sebuah ruangan di dalam toko.
Setelah berhasil mengambil uang tunai dengan jumlah sebesar Rp 180 juta, perampok meninggalkan toko dengan mengendarai dua sepeda motor yang tidak diketahui jenis maupun nomor polisinya.
Saat hendak keluar toko, perampok sempat memukul kepala petugas parkir bernama Dono (25), warga Pedurungan Lor Semarang, yang ada di depan toko dengan menggunakan pistol hingga menderita luka.
Selain menggunakan senjata api, para perampok juga memakai helm dan jaket hitam serta mengenakan penutup wajah saat melakukan aksinya.
Korban mengatakan, uang tunai ratusan juta rupiah yang diambil para perampok tersebut sebenarnya akan disetorkan ke bank oleh salah seorang karyawan toko bernama Kasron (26).
"Uang yang akan disetorkan ke bank berjumlah Rp 160 juta, sedangkan uang Rp 20 juta merupakan uang hasil penjualan berbagai kebutuhan pokok," ujarnya.
Anggota Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Semarang dan Kepolisian Sektor Pedurungan langsung mendatangi lokasi perampokan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sebagai bahan penyelidikan, polisi mengambil hasil rekaman kamera pengintai yang berada di toko pada saat terjadi perampokan dan meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk pemilik dan karyawan toko.
Kapolsek Pedurungan Kompol Hendro yang mendatangi TKP mengatakan, kasus perampokan bersenjata api dengan kerugian ratusan juta rupiah sedang dalam penanganan kepolisian.
"Kasus perampokan ini masih dalam penyelidikan intensif. Kami akan memeriksa alat bukti yang ditemukan di TKP dan meminta keterangan saksi untuk dijadikan bahan penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Pihaknya belum dapat memastikan apakah senjata api yang digunakan para perampok itu mainan atau bukan.
Dari hasil penyelidikan sementara di TKP dan keterangan beberapa saksi, kawanan perampok diduga telah mengetahui keadaan toko dan tempat penyimpanan uang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang