Jalur tengkorak

5 Tewas di Jalan Lintas Timur Sumatera

Kompas.com - 06/09/2010, 23:39 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera betul-betul gawat. Pasalnya, dalam sehari saja, Senin (6/9/2010), lima orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

Peristiwa maut pertama terjadi di Jalintim Km 164 Alba 4, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Provinsi, Lampung melibatkan dua kendaraan roda empat.

Yakni Suzuki Baleno AB 1011 FZ dari arah Bandar Lampung bertabrakan dengan truk fuso BG 4344 AR. Tidak ada yang mengetahui peristiwa naas itu, sebab lokasi tersebut berada di wilayah hutan Albasia, register 45.

Selain itu, tidak ada pemukiman penduduk di titik ruas jalan itu. Kanit Laka Lantas Ipda M Taufiq mengemukakan, Kapolsek Mesuji Timur, Ipda Zulkarnain, menemukan setelah kejadian, pukul 06.30 WIB.

Korban tewas adalah keluarga Drs Handoyo Waluyo (69), warga Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Diduga, kecelakaan bermula ketika Baleno AB 1011 FZ yang dikemudikan Handoyo Waluyo mendadak masuk ke jalur kanan, saat melintas dari arah Bandar Lampung.

"Tiba-tiba dari arah Palembang melintas Fuso BG 4344 AR itu," ungkapnya mendampingi Kasat Lantas AKP Indra Kurniawan.

Ironisnya, peristiwa itu tidak terelakkan dan Baleno muatan tiga orang itu pun ringsek masuk ke kolong fuso. Bahkan, Baleno itu pun terdorong ke belakang hingga sejauh 12 meter.

Handoyo dan istrinya, Elnizar (44) yang duduk di bangku tengah, tewas di tempat kejadian perkara tergencet bodi mobil yang ringsek.

Sementara anaknya, Paramita (19) duduk di bangku depan sebelah kiri menghembuskan nafas saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sampai sore tadi, jenazah keluarga yang hendak ke Palembang itu masih berada di Klinik Mitrahusada Unit II, Kecamatan Banjar Agung. Sementara, pengemudi truk fuso hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Kecelakaan maut berikutnya, terjadi di Jalintim Sumatra Km 114 Kampung Tulung Boho, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, yang merenggut nyawa ibu-anak yang hendak mudik ke Lampung Selatan, dari Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, Senin (6/9) pukul 11.30 WIB.

Korban tewas adalah yakni Nurhidayah (27) dan Samsi Maulana (6 bulan). Keduanya naik motor Yamaha Vega R BE 3235 DL dibonceng suaminya, Partoyo (29). Ada juga anak perempuannya, Anggitasari (5).

Nurhidayah dan Samsi Maulana tewas seketika setelah tergilas roda bus CV Pelangi BL 7424 AL dari Medan yang hendak ke Bandung.

Atas peristiwa itu, Nurhadiyah menderita remuk pada bagian kepala, sedangkan Samsi Maulana, perutnya pecah hingga isi perutnya keluar. Robertus Didik Budiawan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau