Arus mudik

Seluruh Dermaga di Merak Untuk Pemudik

Kompas.com - 07/09/2010, 05:23 WIB

CILEGON, KOMPAS.com - Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon kembali dipadati kendaraan roda empat, sehingga seluruh dermaga untuk mengangkut pemudik ke Bakauheni, Lampung.

"Sekarang pelabuhan mulai ramai dan dipadati kendaraan lagi setelah sejak sore lengang," kata petugas ASDP, M Sugiono, Selasa (7/9/2010) dini hari.

Dia menjelaskan, empat dermaga dari lima yang ada kini dioperasikan setelah sejak Senin sore hanya dua dermaga yang terpakai. "Kapal Roro yang engker atau diam di laut juga sekarang satu per satu dioperasionalkan," katanya.

Menurut dia, prediksi pihak ASDP yang menghitung arus mudik lebaran H-2 ternyata tepat. "Ini kalau mobil terus berdatangan, artinya awal puncak arus mudik sudah dimulai. Buktinya sekarang saja, kantong parkir di ASDP sudah penuh, dan kendaraan yang menyeberang terbatas, sementara mobil yang datang bejibun," katanya.

Seorang pemudik yang ditemui tengah menunggu giliran masuk ke kapal, Herman, mengatakan, ia dan keluarga sengaja mudik mendekat hari lebaran agar tidak terlalu lama di kampung halaman.

"Di Jakarta saya banyak kerjaan, jadi tidak lama-lama saya di Palembang. Yang penting bisa bersilaturahmi dengan keluarga di kampung," katanya.

Selain itu, kata dia, izin cuti kerja istrinya baru turun pada  Senin. "Perusahaan istri saya bekerja baru memperbolehkan cuti  terhitung hari Selasa, sampai setelah lebaran tiga hari," katanya menambahkan.

Senada diungkapkan oleh Dodo. Menurut dia, izin cuti tempat ia bekerja baru turun pada Senin pagi. "Saya diberi cuti selama satu minggu, dimulai pada hari Selasa ini," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau