Ibunda Qory: Dia Sering Bakar Dupa dan Bersemedi

Kompas.com - 07/09/2010, 10:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tingkah laku Qory Sandioriva makin aneh sejak berkenalan dengan R (inisial), yang diduga menyantet dan memberikan ilmu guna-guna kepada anak pasangan Dicky Jatmika Ustama dan Fariyawati itu.

Fariyawati, ibunda Qory ini, menjelaskan, sejak Qory bertemu dengan R saat menjemput di bandara (waktu SMA) hingga kini seolah-olah Qory dikuasai R, bahkan hubungan dengan orangtuanya makin jauh.

Orangtua Qory terakhir bertemu tanggal 6 Agustus 2010, ketika mau berangkat ke Las Vegas mengikuti Miss Universe mewakili Indonesia.

Pulang dari Las Vegas pun, Qory hanya pulang sebentar untuk mengambil pakaian, kemudian pergi ke apartemennya di Rasuna Said. Hingga kini anak dan orangtua itu tak pernah ketemu lagi.

"Qory sering diperintah oleh R. Suruh melepaskan belut dan kura-kura, dilepas di sungai yang berjalan. Suruh melepas burung pipit. Dia juga sering membakar dupa dan bersemedi," ucap ibu dari Qory Sandioriva, di bilangan Pondok Indah, Senin (6/9/2010) malam.

Sejak sering berhubungan dan dikendalikan R, sang ibu selalu melarangnya untuk mendekatinya. Namun, Qory malah marah. Inilah yang membuat hubungan antara anak dan orangtua itu retak.

"Qory jarang angkat telepon, kalau ada keperluan saja dia ngangkat telepon. Dia marah kalau saya kasih tahu jangan berhubungan dengan R," papar ibu dari Puteri Indonesia 2009.

Orangtuanya ingin segera Qory Sandioriva terbebas dari pengaruh ilmu sesat itu.  Karena sejak mengikuti "perintah" R itu, tingkah laku Qory seperti bukan lagi anak yang penurut. Dikatakan Fariyawati, Qory kadang berlaku tidak sopan dan tidak mau mengikuti apa kata ibundanya. Bahkan, sudah jarang melakukan shalat walau sudah disiapkan sajadah oleh Fariyawati.

Pernah suatu ketika, Fariyawati menemukan tas milik R yang ternyata berisi jimat-jimat yang sering diberikan ke Qory, anak kesayangannya itu yang kini masih duduk di Semester III Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Perancis UI. (Fajar/Tribunnews.com)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau