Perang afganistan

Komandan AS Minta 2.000 Tentara Lagi

Kompas.com - 07/09/2010, 11:00 WIB

BRUSSELS, KOMPAS.com - Komandan Amerika Serikat dan NATO di Afganistan meminta 2.000 tentara lagi untuk memerangi gerilyawan Taliban, meskipun dukungan menurun buat perang itu di negara-negara yang menyumbang tentaranya.

Beberapa pejabat NATO mengatakan, permintaan Jenderal David Petraeus untuk menyokong Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) itu disampaikan pekan lalu, dan mencakup permintaan untuk sekitar 750 personel lagi guna melatih pasukan keamanan Afganistan. "Telah diputuskan bahwa sekitar 2.000 tentara akan dibutuhkan," kata seorang pejabat NATO, yang berbicara tanpa menyebut nama. "Ada pembicaraan tanpa henti mengenai masalah itu."

Permintaan itu disampaikan sebelum kunjungan ke Washington oleh Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen. Para pejabat di komando NATO pimpinan Petraeus di Kabul menolak berkomentar dan malah merujuk masalah itu ke markas besar NATO di Brussels.

Seorang pejabat NATO mengatakan, mereka sebelumnya menduga AS akan memberikan tentara lagi ke pasukan asing berkekuatan 150.000 personel di Afganistan. Namun aliansi itu telah mencari sumbangan tentara dari negara anggota bukan AS dan negara mitra.

NATO telah berupaya meningkatkan upayanya untuk melatih pasukan bersenjata Afganistan, berjuang untuk membujuk 28 anggota dan sekutunya yang menyumbang tentara pada ISAF, untuk memasukkan personel penting saat dukungan publik pada perang yang menurun.

Misi NATO di Afganistan diperkirakan akan berada di puncak agenda dalam pembicaraan Rasmussen dengan Presiden AS, Barack Obama, Penasehat Kemanan Nasional James Jones dan pejabat pemerintah lain AS. Obama telah mengirim puluhan ribu tentara lagi ke Afghanistan untuk menciptakan kondisi kondusif agar meningkatkan pasukan Afganistan, tapi mengatakan tentara tambahan itu dapat ditarik secara berangsur-angsur mulai Juli 2011.

Beberapa pengeritik mengatakan, strategi itu telah ketahuan sebelumnya, yang memberi pertanda kepada Taliban bahwa AS sedang bersiap untuk mengakhiri operasi ketika pasukan NATO menderita korban terbanyak. Jumlah tentara asing yang tewas tahun ini telah mencapai sedikitnya 500 orang, dibanding 521 pada sepanjang 2009, menurut laman pengawasan independen Senin dan hitungan Reuters.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau