Penyapu jalan

Mereka Tetap Bekerja di Hari Raya

Kompas.com - 07/09/2010, 14:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada saat ratusan ribu orang mudik ke kampung halamannya masing-masing untuk menyambut Lebaran bersama keluarga tercinta, para pekerja penyapu jalanan di Jakarta masih harus berkutat dengan profesinya. Mereka harus tetap bekerja menjaga kebersihan tiap sudut jalanan demi mengais rezeki untuk kehidupan keluarga.

"Saya nanti mudiknya, mungkin seminggu setelah Lebaran. Gak ada yang nyapu jalanan dong kalau kita ikut mudik," kata Mulyadi, tukang sapu jalanan yang ditemui di Pasar Senen, Senin (6/9/2010) kemarin. 

Dengan semangat di tengah usianya yang semakin menua, bapak empat anak tersebut mengungkapkan cerita mengenai dirinya. Sembari beristirahat, dia bercerita sudah delapan tahun menjadi tukang sapu jalanan.

Dengan upah awal masuk tahun 2002 Rp 15.000 per hari, ia menekuni pekerjaannya dengan ikhlas hingga sekarang dengan upah Rp 25.000 per hari. "Saya ini kerja enggak ada liburnya, dari Senin sampai Minggu. Kalau enggak begitu, saya enggak ada uang. Istri saya mudik, tetapi tunggu gaji keluar tanggal tujuh September," tutur pria berusia 48 tahun tersebut.

Ia menceritakan, setiap hari ia harus menyapu jalanan dari Jalan Gunung Sahari I hingga daerah Pasar Kue Subuh Senen sendirian, dari pukul 13.00 hingga 21.00, sedangkan untuk pukul 04.00 hingga 13.00 ada dua petugas sapu jalanan yang beroperasi di daerah tersebut.

"Tahun lalu, pas Lebaran setelah shalat Id, saya bisa langsung pergi ke Bogor karena ada anak saya yang sapu di sini, tapi sekarang sudah tidak bisa karena dia sudah pindah kerja," terang pria yang pada saat itu mengenakan baju dinas berwarna oranye tersebut.

Pria asal Bogor tersebut memaparkan, ia akan mudik menggunakan kereta ekonomi menuju Bogor dengan harga tiket hanya Rp 2.000. "Saya biasa naik kereta ekonomi Rp 2.000. Murah. Yah, yang murahlah," lanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau