Persenjataan

Suriah Tolak Pemeriksa Nuklir

Kompas.com - 07/09/2010, 14:22 WIB

WINA, KOMPAS.com - Penolakan Suriah untuk mengizinkan akses para pemeriksa PBB ke satu lokasi di gurun tempat kegiatan nuklir yang rahasia mungkin dilakukan, mungkin membahayakan fakta dalam pemeriksan, kata Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).     Telah lebih dari dua tahun sejak IAEA diizinkan  memeriksa lokasi  yang dibom  oleh Israel tahun 2007. Suriah, yang sekutu Iran membantah memiliki program bom atom. "Mengingat waktu, beberapa informasi yang diperlukan mungkin memburuk atau sama sekali hilang," kata ketua IAEA Yukiya Amano dalam sebuah laporan rahasia yang diperoleh Reuters.      Laporan-laporan intelijen AS mengatakan tempat itu, yang dikenal dengn nama Al Kibar atau Dair Alzour, adalah  lokasi reaktor yang didesain Korea Utara  untuk memproduksi bahan bakar bom.      Awal tahun ini IAEA mencurigai di lokasi itu dilakukan kegiatan nuklir ilegal dengan mengatakan bekas-bekas uranium ditemukan oleh para pemeriksa yang ditunjuk untuk memeriksa keagiatan menyangkut nuklir di lokasi itu tahun 2008. "Gambar-gambar  gedung itu dan bangunan di sekitarnya sama separti yang ditemukan di sebuah lokasi nuklir," kata laporan terbaru itu.      Badan itu ingin memeriksa kembali lokasi itu agar dapat mengambil contoh reruntuhan yang segera disngkirkan setelah serangan udara Israel itu.      Amano mendesak Suriah bekerja sama dan mengecam negara itu karena tidak memberikan dokumen-dokumen berkaitan dengan Dair Alzour dan hanya membuat pernyataan "terbatas" mengenai lokasi itu.      Ia juga mengulangi imbauan bagi akses IAEA ke tiga lokasi lain Suriah yang berada dibawah kekutasaan militer.      Utusan Washington untuk IAEA bulan lalu  mengatakan  "sejumlah negara" mulai menanyakan apakah sudah waktunya meminta mekanisme "pemeriksaan khusus" untuk memberikannya wewenang melakukan pemeriksaan yang diperlukan di lokasi manapun di Suriah.      Satu lembaga pemikir terkemuka yang berpusat di Washington, Senin mengatakan sudah waktuya bagi IAEA untuk melakukan satu langkah dengan dukungan badan gubernurnya yang beranggotakan 35 negara.     "Satu pemeriksaan khusus perlu dilakukan untuk memperoleh satu pengertian yang lebih baik kegiatan-kegiatan nuklir Suriah yang tidak diumumkan, beberapa di antaranya mungkin berlanjut," kata Institut untuk Sains dan Keamanan Internasional itu.      "Semakin cepat  pemeriksaan khusus dilakukan, semakin sedikit peluang Suriah menutupi bukti tentang proyek itu," imbuh institut tersebut.      Suriah mengizinkan para pemeriksa IAEA  mengunjungi lokasi reaktor riset di Damaskus di mana mereka memeriksa apakah ada hubungannya dengan lokasi Dair Alzour setelah menemukan  partikel-partikel uranium yang tidak dijelaskan  yang diproses di dua lokasi itu.      Seorang diplomat yang dekat dengan pemeriksaan itu mengatakan IAEA "belum dapat mengkonfirmasikan semua pernyataan Suriah menyangkut  bahan-bahan yang badan PBB itu temukan. Laporan Suriah, serta  pemeriksaan yang dilakukan IAEA di Iran, akan dibicarakna dalam satu pertemuan IAEA selama sepekan yang dimulai Senin depan di Wina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau