KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan kelanjutan perundingan Palestina dengan Israel harus bertolak pada perbatasan antara kedua negara pada 1967. "Termasuk Yerusalem tentunya," kata Abbas dalam wawancara dengan koran al-Ayyam yang berbasis di Ramallah pada Selasa (7/9/2010).
Perundingan antara kedua negara itu terhenti 15 bulan hingga kini. Atas prakarsa AS, perundingan akan dibuka lagi dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Abbas mengatakan peta perbatasan Palestina pada 1967 sebelum akuisisi oleh Israel adalah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur dan Jalur Gaza. Kawasan itu juga meliputi beberapa wilayah yang kini menjadi milik Mesir, Lebanon, dan Suriah. Pada 2005, dengan kekuatan senjata, Israel mencaplok kawasan-kawasan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang