Mudik

Pasar Tumpah Ganggu Arus Jalur Selatan

Kompas.com - 08/09/2010, 08:15 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com — Jalur selatan Jawa Tengah, khususnya ruas Wangon-Rawalo, Kabupaten Banyumas, tersendat akibat adanya pasar tumpah. Rabu (8/9/2010) pagi, arus mudik yang datang dari arah barat tersendat saat mendekati Pasar Tinggar Jaya, Kecamatan Jatilawang, sehingga mengakibatkan adanya antrean kendaraan sepanjang 2,5 kilometer.       Kendati demikian, sejumlah pemudik bersepeda motor ataupun mobil pribadi berupaya menyerobot lajur jalan sebelah kanan di saat arus kendaraan dari arah timur tampak lengang.       Ulah para pemudik yang menyerobot lajur jalan ini pun menyebabkan kemacetan di sejumlah titik karena mereka harus berupaya kembali masuk ke lajur kiri pada saat ada kendaraan yang datang dari arah berlawanan.       Sementara itu, berdasarkan pantauan di Wangon, arus kendaraan yang datang dari arah Bandung ataupun dari arah jalur pantai utara Jateng ramai lancar. Arus kendaraan para pemudik ini masih didominasi sepeda motor meskipun volume mobil pribadi yang melintas terlihat ada peningkatan jika dibandingkan hari Selasa, yakni dari kisaran 15-20 unit per menit menjadi 20-25 unit per menit.       Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Tarhim mengatakan, puncak arus mudik yang melintas di Kabupaten Banyumas diperkirakan terjadi pada H-1 Lebaran atau Kamis.       "Puncak arus mudik di Jakarta diperkirakan terjadi pada Rabu malam ini sehingga kami perkirakan pemudik tersebut akan melintas di Banyumas pada Kamis," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau