AUSTRALIA, KOMPAS.com — Toyota tersandung recall lagi dan yang terkena kali ini adalah kendaraan kategori komersialnya, Hilux. Hanya, penarikan bukan berlaku di Jepang, Eropa, atau Amerika, melainkan di Australia dengan jumlah 116.507 unit. Ini penarikan kedua pada tahun 2010 dan terbesar di Negeri Kanguru. Jika ditambah dengan recall pertama, maka totalnya 200.000 unit.
Padahal, dalam delapan bulan pertama 2010, penjualan Hilux mencapai dua kali lipat dari total penarikan itu. Sudah begitu, Hilux adalah kendaraan terlaris kedua setelah Holden.
Adapun model yang di-recall adalah produksi Januari 2005 dan Februari 2010, baik yang berbahan bakar bensin maupun diesel. Penyebabnya, braket dari drive shaft 4WD berpotensi rusak. Dari 19 laporan, ada yang memilih untuk meninggalkan kendaraannya dan ada juga pengendara yang memilih tetap melaju dengan sistem gerak dua roda.
Menurut pihak Toyota, kerusakan bisa terjadi jika pengemudi mengendarainya secara ekstrem atau melintasi jalan yang sangat kasar. "Mobil sering dikemudikan dengan akselerasi tinggi di jalanan kasar, seperti bergelombang atau keriting," ungkap Media and Communication Toyota Australia, Laura Hill.
Laura mengatakan, ini adalah peristiwa langka. Namun, meski hanya ada 19 kejadian di Australia, semua pemilik Hilux akan mendapatkan layanan perbaikan dan pengecekan bagi kendaraan mereka itu secara cuma-cuma. Perbaikan meliputi pemeriksaan kerusakan braket tailshaft dan akan memakan waktu tiga jam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang