Toyota "Recall" 116.507 Hilux

Kompas.com - 08/09/2010, 13:59 WIB

AUSTRALIA, KOMPAS.com — Toyota tersandung recall lagi dan yang terkena kali ini adalah kendaraan kategori komersialnya, Hilux. Hanya, penarikan bukan berlaku di Jepang, Eropa, atau Amerika, melainkan di Australia dengan jumlah 116.507 unit. Ini penarikan kedua pada tahun 2010 dan terbesar di Negeri Kanguru. Jika ditambah dengan recall pertama, maka totalnya 200.000 unit.

Padahal, dalam delapan bulan pertama 2010, penjualan Hilux mencapai dua kali lipat dari total penarikan itu. Sudah begitu, Hilux adalah kendaraan terlaris kedua setelah Holden.

Adapun model yang di-recall adalah produksi Januari 2005 dan Februari 2010, baik yang berbahan bakar bensin maupun diesel. Penyebabnya, braket dari drive shaft 4WD berpotensi rusak. Dari 19 laporan, ada yang memilih untuk meninggalkan kendaraannya dan ada juga pengendara yang memilih tetap melaju dengan sistem gerak dua roda.

Menurut pihak Toyota, kerusakan bisa terjadi jika pengemudi mengendarainya secara ekstrem atau melintasi jalan yang sangat kasar. "Mobil sering dikemudikan dengan akselerasi tinggi di jalanan kasar, seperti bergelombang atau keriting," ungkap Media and Communication Toyota Australia, Laura Hill.

Laura mengatakan, ini adalah peristiwa langka. Namun, meski hanya ada 19 kejadian di Australia, semua pemilik Hilux akan mendapatkan layanan perbaikan dan pengecekan bagi kendaraan mereka itu secara cuma-cuma. Perbaikan meliputi pemeriksaan kerusakan braket tailshaft dan akan memakan waktu tiga jam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau