Genggam Tanganku, Sayang....

Kompas.com - 08/09/2010, 14:36 WIB

KOMPAS.com - Ketika berhubungan dengan genggaman tangan, masing-masing kita punya teknik berbeda yang disukai; saling bertautan jari, tangkup telapak, tangkup telapak sambil jempol mengelus, atau ikat kelingking. Apa pun gaya bergenggaman Anda, kita tahu, betapa nyamannya berada dalam genggam si dia yang terkasih.

Namun, apa alasan sebenarnya ketika kita merasa sedih, stres, atau takut, secara tak sadar, kita meraih tangan atau lengan kekasih kita? Mengapa kita menemukan kelegaan dalam genggam si dia?

Riset yang dilakukan oleh University of Virginia, yang dipimpin oleh dr James Coan menunjukkan bahwa alasannya berada di otak kita. Studi yang mengikutsertakan 16 wanita yang sudah menikah dan bahagia ini meminta para responden untuk menghadapi situasi saat sedang stres, sementara kepalanya dipindai menggunakan mesin MRI untuk mencatat aktivitas otaknya. Setelah memberikan kejutan elektrik pada setiap wanita, Coan menghitung aktivitas stres pada otak yang merespon. Kemudian ia mengulangi kejutan tersebut sementara si responden menggenggam tangan orang asing. Kemudian tesnya dilanjutkan saat si responden menggenggam tangan suaminya.

Hasilnya menunjukkan bahwa ketika menggenggam tangan orang asing, wanita yang menghadapi keadaan stres menunjukkan aktivitas yang tak terlalu tertekan. Namun, saat ia menggenggam tangan suaminya, hasil pindai menunjukkan tingkat stres yang amat rendah. Jadi, ternyata, saat menggenggam tangan pasangan, tekanan dan stres jauh berkurang.

Kalau dihitung-hitung, jika banyak pasangan saling menggenggam tangan, dan menggenggam tangan mengurangi stres, dan kurang stres berarti sehat, maka bisa dibilang, pernikahan yang bahagia akan mengarah ke kesehatan yang baik. Jadi, lain kali Anda melihat si dia sedang tidak mood karena masalah kerja, kesal karena adu argumen dengan Anda, masalah keluarga, atau apa pun alasannya, cobalah untuk genggam tangannya.

Masukkan ritual genggaman tangan dalam keseharian Anda, baik saat bersantap malam, di mobil, saat menonton televisi, atau hanya karena ingin dekat dengannya. Tak peduli berapa pun usia Anda, genggaman tangan sudah terbukti menyehatkan, kok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau