Ancaman fui

Bakar Al Quran, Nyawa Taruhannya

Kompas.com - 08/09/2010, 16:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Forum Umat Islam di Indonesia mengancam akan melakukan tindak balasan terhadap Pendeta Terry Jones yang berencana melakukan pembakaran kitab suci Al Quran di Florida, Amerika Serikat.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al Khaththath dalam diskusi bersama Gerakan Peduli Pluralisme menyikapi ajakan pembakaran Al Quran oleh Jones pada 11 September mendatang.

Al Khaththath menegaskan, dalam hukum syariat Islam, hukuman bagi siapa pun yang menghina Nabi Muhammad SAW adalah hukuman mati. Satu-satunya cara agar Jones selamat adalah dengan bertobat dan mengakui Islam sebagai agamanya.

"Siapa pun yang menghina Nabi Muhammad SAW pantas dihukum mati, baik itu Muslim maupun non-Muslim. Khusus untuk non-Muslim seperti Jones, satu-satunya kesempatan untuknya adalah jika dia masuk Islam," kata Al Khaththath.

Al Khaththath berharap agar rencana dan ajakan Jones itu tidak jadi dilakukan. Untuk itu, pihaknya menyerukan kepada Pemerintah Amerika Serikat agar mereka membatalkan rencana tersebut dengan cara menangkap Jones.

Isu pembakaran Al Quran mengemuka di situs jejaring sosial Facebook beberapa waktu lalu. Jones yang memimpin kelompok Dove World Outreach Center di Florida mengajak setiap orang untuk membakar Al Quran karena menganggap Islam sebagai ajaran yang salah dan menjerumuskan.

Aksi tersebut sekaligus untuk memperingati aksi terorisme di gedung World Trade Center pada 11 September 2001.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau