Arus mudik

Kereta Api Kapasitas 1.503, Diisi 1.700

Kompas.com - 08/09/2010, 17:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah penumpang di sejumlah kereta api dari Jakarta ke berbagai daerah menunjukkan peningkatan luar biasa. Berdasarkan pantauan KOMPAS.com, di Stasiun Tanah Abang terlihat kelebihan (overload) penumpang di beberapa kereta api.

Setidaknya, terdapat empat kereta yang mengalami overload, dua kereta reguler dan dua kereta tambahan. Dua kereta reguler tersebut yakni KA Bengawan tujuan Solo dan KA Brantas tujuan Kediri.

Dua kereta tambahan tersebut adalah Kereta Mantab Lebaran tujuan Madiun dan KA Bengawan Lebaran tujuan Solo.

"Terjadi overload penumpang, sekarang tiket jurusan itu sudah ditutup," ucap Kepala Stasiun Tanah Abang Iyus Wahyudin kepada KOMPAS.com, Rabu (8/9/2010).

KA Bengawan Lebaran misalnya, pada pukul 12.00, tiket yang terjual mencapai 1.455 tiket, sehingga loket ditutup karena sudah mengalami overload.

Ini dikarenakan, total penjualan tiket KA Bengawan Lebaran yang sudah terjual di beberapa stasiun kereta seperti Manggarai, Jakarta Kota, dan Jatinegara mencapai 1.721, sehingga mengalami overload.

"Kapasitas penumpangnya hanya 1.503, namun kami beri toleransi 200 penumpang sehingga menjadi sekitar 1.700 penumpang. Namun, total penumpang KA Bengawan Lebaran sudah 1.721, sudah overload sehingga sudah ditutup penjualannya," terangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau