GUNUNG SUGIH, KOMPAS.com - Tabrakan beruntun yang melibatkan mobil angkutan kota, minibus, dan sepeda motor terjadi di Jalan Lintas Sumatera di Buluk Sari, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, Rabu (8/9/2010) siang.
Akibatnya, 13 pemudik mengalami luka- luka dan harus diberi perawatan di rumah sakit. Ke-13 pemudik tersebut asal Serang dan Kotabumi, Lampung Utara.
Mereka menjalani perawatan di RSD Demang Sepulau Raya, Gunung Sugih. Para korban tabrakan beruntun tersebut kebanyakan menderita luka-luka kecil di bagian kepala dan wajah karena pecahan kaca dan luka di bagian kakinya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban penumpang dari mobil Kijang bernopol BE 2908 AK warna coklat metalik, adalah Mujianto, Ahwa, Hairul, dan Irni Lasari.
Semuanya adalah warga asal Kotabumi, Lampung Utara yang sedang menuju Bandar Lampung. Sementara korban dari mobil angkutan kota Suzuki Carry bernopol A 1971 FA adalah Susilowati, Esa, Rismayanto, Hamsanturi, Helen, Muftar Efendi, Angga, Husaini, dan Adang.
Kesemuanya berasal dari Serang, Banten menuju Kotabumi, Lampung Utara. Kemudian seorang pengendara motor bernopol T 2262 HJ yakni Maradona.
Kanit Laka Polres Lamteng Ipda Mulyanto menjelaskan, mobil Carry warna merah yang berpenumpang sembilan orang tersebut melaju dari arah Bandar Lampung, beriringan dengan sepeda motor ke arah Lampung Utara.
Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut hendak menyalip angkot Carry. Namun karena jarak yang terlampau dekat, pengemudi angkot lepas kendali dan mengarah ke kanan jalan.
Sementara dari arah yang berlawanan, melaju kencang mobil Kijang yang berpenumpang empat orang, akibatnya kecelakaan pun tak bisa dihindari.
Mobil angkot dan Kijang mengalami kerusakan di bagian depan, sementara sepeda motor mengalami kerusakan di bagian stang, dan roda depan. Warga mengetahui kejadian tersebut langsung menolong para korban, dan tidak lama polisi pun datang, membawa para korban ke RS dan mengatur lalu lintas di lokasi kejadian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang