SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Tengah Heru Setiadhie mengatakan, daya saing dan jual berbagai potensi pariwisata provinsi ini masih sangat lemah. "Jawa Tengah memiliki potensi wisata yang melimpah, namun belum dikelola secara optimal," kata Heru di Semarang, Rabu (8/9/2010).
Padahal jika potensi wisata ini mampu dikelola maksimal tentu akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.
Permasalahan lain yang dihadapi dalam pengembangan sektor pariwisata yakni lemahnya promosi serta minimnya kunjungan dan lama tinggal wisatawan ke provinsi ini.
Oleh karena itu perlu kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha wisata dalam upaya memromosikan potensi provinsi ini. "Perlu pengembangan pemasaran dan promosi yang lebih komprehensif di dalam maupun luar negeri," katanya.
Seiring dengan upaya perbaikan yang dilakukan, sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi salah satu andalan Jawa Tengah untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah.
Menurut Heru, seluruh pemangku kepentingan sektor ini harus mampu meningkatkan jumlah kunjungan, memperpanjang lama tinggal, serta mengeluarkan sebanyak mungkin uang para wisatawan untuk berbelanja.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah mencatat, provinsi ini memiliki 257 potensi wisata unggulan yang terdiri atas 120 objek wisata alam, 54 objek budaya serta wisata buatan sebanyak 83 lokasi. Selain itu Jawa Tengah juga kaya akan potensi budaya dengan 43 museum, 56 candi, 142 situs, 189 ragam upacara tradisional, 641 kesenian tradisional dan 2.930 kesenian non-tradisional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang