Evra Banding Keputusan FFF

Kompas.com - 09/09/2010, 00:36 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Bek tim nasional Perancis, Patrice Evra, mengajukan banding kepada Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) atas keputusan larangan membela "Les Bleus" selama lima pertandingan. Menurut pemberitaan di Perancis, FFF dan Evra akan melakukan dengar-pendapat pada Kamis (9/9/2010).

Kasus ini berkaitan dengan insiden mogok latihan yang dilakukan Evra dkk pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan lalu. Aksi itu merupakan bentuk protes atas keputusan FFF menarik pulang penyerang Nicolas Anelka, sebelum Perancis menuntaskan jadwal laganya. Perancis kemudian gagal masuk fase grup.

FFF menilai, insiden itu adalah penyebab kegagalan Perancis lolos fase grup. Mereka kemudian memutuskan menyelidiki kasus tersebut dan memberi sanksi kepada yang terlibat.

Evra, Anelka, dan sejumlah pemain Perancis masuk daftar yang diduga bertanggung jawab atas insiden itu. Evra dinilai bersalah dan dilarang bermain untuk timnas dalam lima pertandingan. Dengan begitu, menurut jadwal sekarang, Evra baru bisa kembali membela "Les Bleus" pada laga persahabatan melawan Brasil, Januari mendatang. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau