Bulu tangkis

Sony Pulih, Simon Istirahat Total Dua Pekan

Kompas.com - 09/09/2010, 03:39 WIB

Jakarta, Kompas - Pemulihan cedera punggung Sony Dwi Kuncoro menunjukkan hasil positif. Juara Singapura Terbuka 2010 ini bahkan sudah dinyatakan akan bisa tampil di Jepang Terbuka Super Series pada 21-26 September ini.

Dari hasil undian, Sony yang ditempatkan sebagai unggulan kedelapan akan menghadapi pemain China, Chen Long di babak pertama. Jika bisa terus melaju sampai babak perempat final, Sony kemungkinan akan melawan juara dunia 2010 dari China, Chen Jin.

”Kondisi Sony memang sudah hampir pulih dan dia akan tampil di Jepang Super Series. Buat Sony, ini menjadi persiapan terakhir sebelum menghadapi Asian Games,” ujar Sekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto di Jakarta.

Sony mengalami cedera punggung menjelang Kejuaraan Dunia di Paris. Akibat cedera tersebut, Sony absen di Kejuaraan Dunia.

Kondisi lebih buruk dialami Simon Santoso. Simon yang mengalami cedera punggung di Kejuaraan Dunia harus istirahat total selama dua pekan. ”Ternyata cederanya lebih parah yang saya duga. Dokter meminta saya untuk istirahat total selama dua minggu,” kata Simon.

Simon sendiri memang tidak didaftarkan PB PBSI untuk tampil di Jepang Terbuka bersama Sony. Menurut Yacob, setelah Kejuaraan Dunia, Simon hanya difokuskan untuk persiapan ke Asian Games.

Selain Jepang Terbuka, beberapa pemain bulu tangkis Indonesia juga tengah mematangkan persiapan untuk terjun di turnamen China Master Super Series yang akan berlangsung 14-19 September 2010 ini.

Di tunggal putra, pelatnas Cipayung hanya menurunkan Dionysius Hayom Rumbaka. Di babak pertama, Hayom akan menghadapi pemain Hongkong, Chan Yan Kit.

Sementara itu, pemain nonpelatnas Taufik Hidayat di babak pertama akan menghadapi China Du Pengyu. Runner-up Kejuaraan Dunia ini ditempatkan sebagai unggulan kedua di bawah Lee Chong Wei.

Namun, Chong Wei dikabarkan menarik diri dari turnamen berhadiah total 250.000 dollar AS ini. Pemain nomor satu Malaysia ini masih dalam pemulihan cedera punggung yang dideritannya di Kejuaraan Dunia.

Pelatih tunggal putra Malaysia, Misbun Sidek, mengatakan, setelah berdiskusi dengan Chong Wei, pihaknya memutuskan untuk tidak tampil di China Master. Menurut Sidek, Chong Wei diproyeksikan untuk turun di Commonwealth Games dan Asian Games sehingga terlalu riskan jika turun di China Master. Sidek sendiri juga belum memastikan keikutsertaan Chong Wei di di Jepang.

Untuk China Master, selain Hayom, pemain pelatnas yang juga tampil adalah pemain tunggal putri Adriyanti Firdasari dan Maria Febe. Di ganda putri PB PBSI menurunkan pasangan ganda putri, Greysia Polii/Meiliana Jauhari dan Nitya Krishinda/Shendy Puspa.

Adapun di ganda putra mengandalkan pasangan Mohammad Ahsan/Bona Septano. Sementara di ganda campuran ada pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah. Selain mereka, juga ada pemain non-pelatnas, Hendra AG/Vita Marissa dan Markis Kido/Lita Nurlita. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau