Ini, Lho, Bedanya Rhoma dan Ridho

Kompas.com - 09/09/2010, 13:15 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah sukses di dunia musik, Ridho Rhoma (21) merambah dunia akting. Bersama ayahnya, Rhoma Irama, Ridho bermain dalam film Dawai 2 Asmara yang diputar untuk mengisi libur Lebaran tahun ini.
Ridho mendapat peran utama sebagai pemuda yang sedang menuntut ilmu di luar negeri. Namun, dia dipanggil pulang ayahnya, Rhoma, untuk melanjutkan perjuangan di dunia dangdut.
Ini seperti kisah sungguhan? Ya, memang. Rhoma beberapa kali menegaskan bahwa Ridho dia persiapkan sebagai ”putra mahkota dangdut”. Jadi, bisa dibilang untuk Ridho sudah disiapkan ”karpet merah” memasuki dunia musik dan film.
”Tetapi, saya bisa mempertanggungjawabkan itu sebab Ridho memang punya potensi. Dia bisa menyanyi dan good looking. Kalau tidak punya potensi, (karya) dia tidak mungkin diterima masyarakat,” ujar si Raja Dangdut itu, Selasa (7/9/2010).
Ridho, yang berada di samping Rhoma, menambahkan, ”Saya memang sudah disiapkan ’karpet merah’. Tugas saya sekarang tinggal melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya.”
Sanggupkah dia menjadi pengganti Rhoma? ”Papa tidak akan bisa tergantikan, dia legend. Kalau melanjutkan (Papa), iya.”
Ridho menambahkan, dia juga berbeda dengan Rhoma. ”Saya bisa nge-dance, Papa enggak bisa,” katanya sambil tersenyum.
Ayo belajar nge-dance, Bang Haji! (BSW)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau