Pejabat Bekasi Jenguk Sintua Sibombing

Kompas.com - 12/09/2010, 14:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pejabat di Bekasi telah datang menjengkuk Sintua Sihombing, korban penusukan oknum pengendara sepeda motor tak dikenal.

Saksi mata, Ratna Gurning yang juga anggota jemaat HKBP Pondok Timur, Ciketnig, Bekasi, mengatakan, beberapa saat setelah pendeta Sihombing dibwa ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, para pejabat itu langsung datang menjengkuknya.

"Tadi sudah datang menjenguk ada wakil walikota, Kapolres Bekasi dan pak Camat," ujar Ratna, ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (12/09/2010).

Ratna menuturkan sejumlah jemaat kini sedang diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut dan mengatakan mereka telah mengetahui plat nomor kendaraan bermotor yang digunakan pelaku.

Dirinya menambahkan bahwa Pendeta Luspida Simanjuntak juga telah mengetahui wajah pelaku. "Ibu pendeta sudah tahu, katanya pelaku yang biasa mendatangi lokasi ibadah jemaat HKBP," ujar Ratna yang memegang telepon seluler Luspida Simanjuntak.

Sementara itu, petugas jaga Polres Bekasi yang dihubungi, Hartono membenarkan kejadian tersebut yang terjadi pada pukul 09.00 WIB. "Petugas kini sedang berjaga-jaga di lokasi sedang melakukan penyelidikan," ujarnya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau