Allegri: Milan Berantakan

Kompas.com - 12/09/2010, 14:33 WIB

CESENA, KOMPAS.COM - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menilai penyebab utama timnya kalah 0-2 dari Cesena adalah karena "I Rossonerri" tak memiliki organisasi pertahanan yang baik untuk mengadang serangan balik lawan mereka.

Bermain tanpa Alessandro Nesta, Milan selalu kelabakan setiap diserang balik tuan rumah. Terasa sekali tak ada yang memberi komando di lini belakang. Kuartet Luca Antonini, Thiago Silva, Sokratis Papastathopoulos, dan Daniele Bonera gagal bermain solid.

"Sangat sulit untuk menemukan sisi positif dari pertandingan ini. Kami memulai dengan tidak terlalu buruk, tapi kami tahu Cesena sangat kuat melalui serangan balik," kata Allegri usai pertandingan, Sabtu (11/9/2010).

"Gol kedua adalah pukulan nyata untuk kami. Kemasukan seperti itu dengan suatu serangan balik sangatlah mengecewakan," lanjutnya. "Kami tidak cukup terorganisasi. Kami tidak menggerakan bola dengan benar. Tak ada rencana spesifik dalam pikiran kami," sebut mantan pemain Cagliari tersebut.

Penampilan mengecewakan juga ditunjukkan striker baru, Zlatan Ibrahimovic. Pemain pinjaman dari Barcelona itu gagal mengeksekusi penalti di babak kedua. Jika penalti itu masuk, mungkin ceritanya bisa berbeda. Meski demikian, Allegri tak ingin menyalahkan Ibra seorang.

"Saya mencoba pemain baru yang baru saja datang, tapi itu bukan alasan. Sistem ini mengharuskan setiap pemain bekerja untuk para pemain lainnya. Ini adalah sesuatu yang saya coba katakan ke tim sejak hari pertama saya mengambil alih di Milan," pungkas Allegri. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau