Insiden penusukan

Warga: HKBP Tak Pernah Minta Izin

Kompas.com - 13/09/2010, 14:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak kunjung bisa didirikannya bangunan gereja oleh jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Ciketing, Bekasi, di RT 003/RW 06 Mustika Jaya, Bekasi, terkait juga izin dari masyarakat sekitar lahan. Warga di sekitar lahan tersebut bukannya merasa keberatan. Mereka merasa tidak pernah dimintai persetujuan oleh pihak gereja.

"Enggak, enggak pernah ada dimintai persetujuan kami," tutur seorang ibu yang tinggal sekitar 50 meter dari lahan HKBP Ciketing.

Nenek dari empat cucu yang mengaku sudah tinggal di kampung Ciketing sejak masih anak-anak ini mengatakan, dia sebagai warga tak pernah dimintai persetujuan. Menurutnya, izin warga yang dikumpulkan HKBP bukan dari warga sekitar lahan kosong.

"Ada izin katanya, tapi enggak tahu warga mana-mana yang dimintain. Kan kami yang deket ya, yang harusnya dimintain izin," lanjutnya.

Seorang warga lain yang tinggal persis di depan lokasi peribadatan HKBP, Parmi, juga menuturkan, sepengetahuan dia, belum ada dari warga di sekitar lokasi yang dimintai izin. "Orang bikin rumah tinggi aja izin dulu sama tetangga. Ini enggak ada," tutur Parmi.

Petugas bernama Sumadi dari Polres Bekasi Timur sudah ikut menangani persoalan ini beberapa kali. Dia mencatat, sudah empat kali rencana pembangunan gereja gagal karena warga setempat tidak setuju. "Waktu itu sudah ada bangunannya, lalu dirobohin. Dibikin tenda, juga diserang. Ya sekarang duduk-duduk di kebon aja," katanya.

Lahan kosong seluas 2.000 meter persegi ini diapit oleh rumah warga di kiri dan kanan. Di sebelah kanan lahan terdapat rumah sederhana yang dilengkapi mushala kecil. Adapun di sebelah kiri berdiri dua rumah sederhana. Sekitar 400 meter dari lahan tersebut atau di Jalan Asem Raya terdapat Masjid Jamie Al Mughniyah yang sehari-hari digunakan warga setempat untuk beribadah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau