Kekerasan di hkbp ciketing

Takut Memanas, Dialog Pun Digelar

Kompas.com - 13/09/2010, 14:58 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Pengurus Rukun Warga 06, Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi, Senin (13/9/2010), menggelar dialog untuk membahas masalah penolakan kegiatan ibadah warga Huria Kristen Batak Protestan Ciketing atau HKPB Ciketing.

Masalah ini mencuat setelah penusukan terjadi terhadap seorang penatua, Hasian Sihombing, di RT 003/RW 06, Mustika Jaya, pada Minggu (12/9/2010). Dialog sederhana di rumah Ketua Rukun Warga 06 Rimin tersebut dihadiri pemuka agama sekitar, tokoh masyarakat, dan Ketua RT 003.

"Kami pengurus memandang merasa perlu adanya ngobrol-ngobrol begini karena keadaan semakin memanas dengan adanya penusukan itu," ujar Rimin di kediamannya, Senin.

Jika tidak dimusyawarahkan, maka masalah penolakan tersebut dikhawatirkan akan berdampak lebih luas. Hal ini bisa saja justru menyasar warga kebanyakan yang tidak mengerti apa-apa terhadap izin pendirian tempat ibadah HKBP.

Pendirian tempat ibadah HKBP di sebuah lahan kosong di Mustika Jaya ini ditentang pemuka dari agama mayoritas di daerah tersebut. Pemuka dari agama mayoritas memotori aksi penolakan yang salah satunya dilakukan dengan memasang spanduk di lokasi peribadahan HKBP.

Menurut Rimin, aksi tersebut mulai meresahkan masyarakat, apalagi setelah terjadi peristiwa penusukan. "Pada akhirnya masyarakat umum di sini, dengan beberapa kejadian setiap minggu ramai, banyak aparat kepolisan menjadi resah," katanya.

Menurut Rimin, keresahan warga tersebut telah disampaikan kepada pihak kelurahan hingga kecamatan setempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau