Ribuan Pemudik Bermotor Padati Jalinsum

Kompas.com - 13/09/2010, 15:04 WIB

KISARAN, KOMPAS.com Jalan lintas Sumatera atau jalinsum dari Kota Medan-Tebing Tinggi menuju Kisaran-Rantau Parapat hingga Kota Pinang perbatasan Provinsi Riau pada H+2 Lebaran dipenuhi puluhan ribu pengendara sepeda motor.      Menurut laporan pada Senin (13/9/2010), puluhan ribu pengendara sepeda motor  yang umumnya berboncengan tiga hingga empat orang adalah masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Lebaran.      Badan jalan provinsi yang selama ini cukup padat ramai kendaraan penumpang, seperti bus dan truk, pada hari itu terlihat dipenuhi pengendara sepeda motor, baik yang sendiri-sendiri maupun rombongan yang beriring-iringan.      Akibat padatnya jumlah pengendara sepeda motor, jarak tempuh Medan-Kisaran sepanjang 200 km yang biasanya bisa ditempuh paling lama tiga setengah jam menjadi enam jam.      Kemacetan juga terjadi di beberapa tempat, seperti di Simpang Lima Puluh dengan Perdagangan dan Batubara, kemudian lebih para lagi kemacetan di kawasan Pasar Bengkel dan Sei Rampah. Badan jalan itu dipenuhi pengendara sepeda motor.      Banyak pengendara sepeda motor yang terlihat lelah harus beristirahat di bawah pohon-pohon kelapa sawit dan karet atau di SPBU yang terdapat di sepanjang jalinsum.      Seorang pengemudi bus mini umum yang melayani penumpang dari Medan-Sibolga, Rahman Napitupulu, mengaku jumlah penumpang justru menurun sekitar 35 persen pada Idul Fitri 1431 Hijriah dibanding Lebaran tahun lalu.      "Penurunan jumlah penumpang itu diperkirakan karena banyaknya masyarakat yang mudik Lebaran menggunakan sepeda motor. Itu bisa dilihat sepanjang jalan dari Medan-Pematang Siantar-Tarutung hingga Sibolga," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau