JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini masih memproses calon Jaksa Agung yang akan menggantikan Hendarman Supandji. Apakah calon berasal dari jaksa karier atau nonkarier, Presiden Yudhoyono tengah mempertimbangkan yang terbaik.
Yang dilihat Presiden, calon Jaksa Agung yang baru harus mampu menghadapi persoalan sekarang ini dan tantangan di masa datang.
Demikian diungkapkan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha saat dihubungi Kompas di Jakarta, Selasa (13/9/2010) sore tadi.
Presiden, kata Julian, jelas mengetahui tantangan yang dihadapi sekarang dan masa datang di lingkungan Kejaksaan Agung. "Jadi, apakah jaksa nonkarier atau karier, tentu Presiden yang akan melihat dan mempertimbangkan dengan seksama," tandasnya.
Menurut Julian, penentuan Jaksa Agung sepenuhnya hak prerogatif Presiden Yudhoyono. Seperti yang disampaikan Presiden saat berbuka puasa bersama kalangan media massa kemarin, Presiden menyatakan akan memilih tokoh yang cakap dan tepat.
"Presiden tidak hanya melihat pejabat karier maupun pejabat nonkarier, yang terpenting sesuai dengan perundang-undangan," tambahnya.
Bahkan, lanjut Julian, Presiden Yudhoyono ini semua prosesnya berjalan dengan baik sehingga pengangkatan dan pelantikannya pun diharapkan bisa dilaksanakan secara bersama antara Jaksa Agung dan Kepala Kepolisian Negara RI.
"Waktu itu, beliau kan berharap Jaksa Agung dan Kapolri yang baru dapat mendorong penegakan hukum yang semakin berjalan efektif dan lebih berhasil lagi," demikian Julian.
Jaksa Agung Hendarman Supandji, saat ditanya pers, seusai bersilaturahim di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/9/2010) lalu, berharap calon Jaksa Agung yang menggantikannya berasal dari karier sehingga sudah mengikuti proses penjenjangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang