Calon jaksa agung

Presiden Tahu Tantangan Mendatang

Kompas.com - 13/09/2010, 21:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini masih memproses calon Jaksa Agung yang akan menggantikan Hendarman Supandji. Apakah calon berasal dari jaksa karier atau nonkarier, Presiden Yudhoyono tengah mempertimbangkan yang terbaik.

Yang dilihat Presiden, calon Jaksa Agung yang baru harus mampu menghadapi persoalan sekarang ini dan tantangan di masa datang.

Demikian diungkapkan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha saat dihubungi Kompas di Jakarta, Selasa (13/9/2010) sore tadi.

Presiden, kata Julian, jelas mengetahui tantangan yang dihadapi sekarang dan masa datang di lingkungan Kejaksaan Agung. "Jadi, apakah jaksa nonkarier atau karier, tentu Presiden yang akan melihat dan mempertimbangkan dengan seksama," tandasnya.

Menurut Julian, penentuan Jaksa Agung sepenuhnya hak prerogatif Presiden Yudhoyono. Seperti yang disampaikan Presiden saat berbuka puasa bersama kalangan media massa kemarin, Presiden menyatakan akan memilih tokoh yang cakap dan tepat.

"Presiden tidak hanya melihat pejabat karier maupun pejabat nonkarier, yang terpenting sesuai dengan perundang-undangan," tambahnya.

Bahkan, lanjut Julian, Presiden Yudhoyono ini semua prosesnya berjalan dengan baik sehingga pengangkatan dan pelantikannya pun diharapkan bisa dilaksanakan secara bersama antara Jaksa Agung dan Kepala Kepolisian Negara RI.

"Waktu itu, beliau kan berharap Jaksa Agung dan Kapolri yang baru dapat mendorong penegakan hukum yang semakin berjalan efektif dan lebih berhasil lagi," demikian Julian.

Jaksa Agung Hendarman Supandji, saat ditanya pers, seusai bersilaturahim di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/9/2010) lalu, berharap calon Jaksa Agung yang menggantikannya berasal dari karier sehingga sudah mengikuti proses penjenjangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau