Infrastruktur

Beban Jalintim Meningkat

Kompas.com - 14/09/2010, 02:57 WIB

Palembang, Kompas - Beban jalan lintas timur atau jalintim di Sumatera Selatan terus meningkat dengan tingkat kepadatan mencapai 18.000- 20.000 unit kendaraan per hari. Oleh karena itu, pemerintah pusat merencanakan melakukan pelebaran jalintim dari yang semula 6 meter menjadi 7 meter per lajur.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, Senin (13/9), puncak kepadatan arus balik di jalintim, khususnya dari Palembang menuju Banyuasin, terlihat pada pagi hingga siang hari. Pengguna jalan di jalintim terdiri dari sepeda, sepeda motor, mobil pribadi, angkutan travel, bus, serta truk dalam berbagai ukuran.

Karena jalan hanya punya dua lajur, mayoritas pengemudi tidak bisa melaju dengan kecepatan normal. Mereka sering terjebak dalam iring-iringan panjang kendaraan. Salah satu dampaknya, waktu tempuh menjadi lebih lama. Jika waktu tempuh normal dari Palembang menuju Pangkalan Balai kurang dari satu jam, kali ini butuh waktu sekitar 1,5 jam hingga dua jam.

Kalangan pengusaha jasa angkutan barang, travel, dan angkutan umum (bus) mengeluhkan kondisi itu. Badaruddin (43), sopir truk pengangkut sayur-sayuran dan bahan kebutuhan pokok ke Jambi, mengatakan, meski kondisi jalan relatif baik, titik kemacetan jalan bertambah sehingga menghambat distribusi barang.

Beban bertambah

Berdasarkan data Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, jalintim yang terbentang dari batas Provinsi Lampung hingga batas Provinsi Jambi sepanjang sekitar 700 kilometer ini dilewati 2.500 unit kendaraan bermotor per hari pada hari biasa. Adapun pada saat mudik Lebaran tercatat sekitar 18.000 unit kendaraan bermotor melintas setiap harinya.

Menurut Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan dan Jembatan Junaidi melalui staf ahlinya, Roli Ekianto, saat ini ada sejumlah lajur jalan yang sudah diperlebar menjadi tujuh meter. Beban jalan pun akan dinaikkan menjadi 10 ton per lajur. (ONI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau