Liga inggris

Reina Disanjung, Torres Menjadi Sasaran Kritik Pedas

Kompas.com - 14/09/2010, 03:46 WIB

Birmingham, Minggu - Penjaga gawang Pepe Reina menjadi penyelamat Liverpool dari kekalahan saat tandang ke Birmingham, Minggu (12/9). Kiper kedua tim nasional Spanyol itu melakukan dua penyelamatan sempurna tandukan Cameron Jerome dan Craig Gardner yang mengancam gawang pada laga yang berakhir 0-0 itu.

Reina bisa dikatakan sebagai satu-satunya pemain ”The Reds” yang berfungsi dengan baik di posisinya. Penyelamatan paling gemilang adalah saat menepis bola tandukan penyerang Cameron Jerome dengan tangan kanannya. Bola hasil umpan silang Lee Bowyer itu sangat berbahaya karena sempat memantul di depan gawang.

”Dia (Reina) berada di sana pada penampilan terbaiknya,” ujar Jerome.

Reina juga menggagalkan bola tandukan Craig Gardner masuk ke gawang. Penyelamatan bola yang meluncur di dekat kaki kanan Reina itu tidak kalah mengesankan.

”Dia sungguh luar biasa. Kami layak memenangi pertandingan dan dialah penyebab utama kami tidak bisa menang,” ujar pemain tengah Birmingham, Barry Ferguson.

Penampilan Reina ini seolah menjadi penebus dua kesalahan yang dilakukannya pada laga melawan Arsenal dan saat membela Spanyol dalam laga persahabatan melawan Argentina.

Liverpool di bawah Pelatih Roy Hodgson belum juga menemukan penampilan terbaiknya. The Reds masih bermasalah dengan penyelesaian akhir. Bomber Fernando Torres pun menjadi sasaran kritik pedas karena belum menunjukkan penampilan terbaiknya.

Torres tidak mampu bergerak bebas karena dua bek tengah Birmingham, Roger Johnson dan Scott Dann, disiplin menjaga jantung pertahanan. Mereka juga selalu menutup ruang tembak Torres sehingga tidak ada ancaman yang benar-benar berbahaya bagi kiper Ben Foster.

Lini pertahanan Birmingham yang rapat dan disiplin itulah yang memosisikan pasukan Pelatih Alex McLeish ini belum terkalahkan dalam 17 laga kandang terakhir di Liga Primer. Laga melawan Liverpool ini merupakan hasil imbang yang ketujuh kalinya di Stadion St Andrews.

McLeish, yang telah mempersiapkan timnya jauh-jauh hari untuk menghadapi Liverpool, akan mencari penyebab utama penampilan impresif para pemainnya tidak bisa membawa kemenangan.

Hasil imbang ini memosisikan Birmingham di posisi kelima dengan nilai enam. McLeish membutuhkan perbaikan di lini depan untuk bersaing dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan. Liverpool kini terjebak di posisi ke-13 dengan nilai lima dari empat laga yang dijalani.

”Ini penampilan yang bagus dari Birmingham, tetapi saya tidak terlalu kecewa dengan penampilan kami,” ujar Hodgson.

”Ini tempat yang sulit untuk bermain tandang. Lagi pula, harapan saya tidak setinggi itu. Saya kecewa dengan kekalahan, tetapi saya tidak kecewa dengan hasil imbang.”

Penilaian Hodgson itu berlawanan dengan pendapat mantan bintang Liverpool, Jamie Redknapp. Mantan jenderal lapangan tengah itu menuduh Torres berniat jahat dan tidak mau berusaha tampil maksimal, seperti dikutip oleh Soccernet.

”Di sana selama 45 menit, dia (Torres) tampil buruk. Dia tidak mampu menahan bola, dia tidak mengejar, dia frustrasi, dia tidak bisa dipertahankan, dia berniat jahat,” ujar Redknapp.

”Saya penggemar terbesarnya dan tentu saja Anda harus menghargai Johnson dan Dann, tetapi dia menunjukkan tidak ada semangat untuk bermain,” lanjut Redknapp.

Hodgson membela Torres atas kritik pedas itu. Ia percaya Torres akan segera kembali pada penampilan terbaiknya. Torres beberapa kali menemukan performanya. Dan saat ia bermain bagus, ia membawa malapetaka bagi lawan. Hogdson meyakini bahwa Torres telah bekerja maksimal untuk tim.(AP/AFP/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau