Satu orang telah kembali

Mobil Tangki Air Masuk, 5 Napi Kabur

Kompas.com - 14/09/2010, 09:23 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com — Salah satu dari lima narapidana yang melarikan diri pada Senin kemarin telah kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Abepura, Jayapura, Selasa (14/9/2010), diantar keluarga.      Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Papua Nazarudin Bunas mengatakan hal itu di Jayapura, Selasa. Keluarga mengantar tahanan yang melarikan diri itu pada Selasa pagi.      "Benar kalau Senin kemarin sekitar pukul 16.30 (Wita) ada lima narapidana dan tahanan yang kabur. Tetapi salah seorang telah kembali ke lapas (lembaga pemasyarakatan), diantar keluarga," kata Bunas.      Dia tidak menyebut nama narapidana (napi) yang telah kembali ke Lapas Abepura yang sebelumnya melarikan diri bersama empat rekannya saat pintu gerbang dibuka. Gerbang tersebut dibuka karena ada mobil tanki air yang akan masuk ke dalam kompleks lapas.      Ia menambahkan, belajar dari kejadian ini, dia telah mendapat arahan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM agar melakukan pengawasan ketat saat mobil dari PDAM hendak mengisi air untuk kebutuhan warga lapas atau mobil berhenti di luar kompleks.      "Kami sudah diarahkan, sebaiknya mobil tangki tidak langsung masuk lapas, tetapi berhenti di luar lalu airnya disalurkan melalui selang yang panjang atau mobil tersebut hanya boleh masuk-keluar pada saat penguncian blok tahanan di siang hari," katanya.      Dia juga mengatakan, kaburnya para napi ini juga akibat minimnya fasilitas dalam Lapas Abepura, seperti tidak ada blok pembatas dan jumlah penghuni yang melebihi kapasitas.      Sebelumnya diberitakan, lima narapidana dan tahanan di Lapas Klas IIA Abepura, Jayapura, Papua, kabur pada Senin kemarin.      Mereka yang kabur itu diidentifikasi bernama Robert Ondikleu, Ardiles Modou, Adolf Ronsumbre, Alfons Sroyer, dan Rahmat alias Jengoo.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau