JAYAPURA, KOMPAS.com — Salah satu dari lima narapidana yang melarikan diri pada Senin kemarin telah kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Abepura, Jayapura, Selasa (14/9/2010), diantar keluarga. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Papua Nazarudin Bunas mengatakan hal itu di Jayapura, Selasa. Keluarga mengantar tahanan yang melarikan diri itu pada Selasa pagi. "Benar kalau Senin kemarin sekitar pukul 16.30 (Wita) ada lima narapidana dan tahanan yang kabur. Tetapi salah seorang telah kembali ke lapas (lembaga pemasyarakatan), diantar keluarga," kata Bunas. Dia tidak menyebut nama narapidana (napi) yang telah kembali ke Lapas Abepura yang sebelumnya melarikan diri bersama empat rekannya saat pintu gerbang dibuka. Gerbang tersebut dibuka karena ada mobil tanki air yang akan masuk ke dalam kompleks lapas. Ia menambahkan, belajar dari kejadian ini, dia telah mendapat arahan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM agar melakukan pengawasan ketat saat mobil dari PDAM hendak mengisi air untuk kebutuhan warga lapas atau mobil berhenti di luar kompleks. "Kami sudah diarahkan, sebaiknya mobil tangki tidak langsung masuk lapas, tetapi berhenti di luar lalu airnya disalurkan melalui selang yang panjang atau mobil tersebut hanya boleh masuk-keluar pada saat penguncian blok tahanan di siang hari," katanya. Dia juga mengatakan, kaburnya para napi ini juga akibat minimnya fasilitas dalam Lapas Abepura, seperti tidak ada blok pembatas dan jumlah penghuni yang melebihi kapasitas. Sebelumnya diberitakan, lima narapidana dan tahanan di Lapas Klas IIA Abepura, Jayapura, Papua, kabur pada Senin kemarin. Mereka yang kabur itu diidentifikasi bernama Robert Ondikleu, Ardiles Modou, Adolf Ronsumbre, Alfons Sroyer, dan Rahmat alias Jengoo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang