Sukhoi

Polri Minta Rekam Medis Tiga Teknisi

Kompas.com - 14/09/2010, 16:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polri akan meminta rekam medis tiga teknisi pesawat Sukhoi SU-27 warga negara Rusia, yakni Voronin, Alexander, dan Victor Savanoc, kepada pihak Rusia. Rekam medis itu akan digunakan untuk data tambahan dalam penyelidikan kematian ketiganya.

"Kita belum tahu apakah mereka pernah mengidap penyakit. Kita akan minta rekam medis yang bersangkutan dari Rusia. Itu jadi bahan pembanding," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Iskandar Hasan di Mabes Polri, Selasa (14/9/2010).

Iskandar mengatakan, pihaknya telah mengambil organ tubuh ketiganya untuk diteliti di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. Organ itu telah dikirim dari Polda Sulawesi Selatan dan Barat pada pukul 15.00 WIT. Pihaknya juga akan meneliti obat-obatan yang ditemukan di lokasi.

Dikatakan Iskandar, pihaknya juga akan meminta keterangan 19 teknisi lain serta petugas yang berjaga di Mess Lanud Hasanuddin, Makassar. Hal itu sudah dikoordinasikan Kapolda Sulselbar dengan pihak Lanud.

"Kita juga akan minta keterangan teknisi yang lain. Apa sih yang mereka lakukan pada malam itu? Sementara ini tidak ada tanda-tanda kekerasan," tutup Iskandar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau