Hkbp

Penusuk Sihombing Masih Diselidiki

Kompas.com - 14/09/2010, 18:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolda Irjen Timur Pradopo menyatakan telah menangkap sembilan tersangka pelaku penganiayaan jemaat HKBP Ciketing Bekasi. Namun, dari sembilan orang ini belum diketahui siapakah yang telah menusuk penatua Hasian Lumban Toruan Sihombing.

"Polisi sekarang sudah menangkap sembilan tersangka. Kesembilannya berinisial AF, DTS, NN, KN, HDK TOLE, HDN S, ISM, PN, dan KA. Siapa yang melakukan penusukan terhadap Sihombing masih dalam penyelidikan," kata Timur Pradopo kepada wartawan saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (14/9/2010).

Pelaku penusukan, menurut Timur, masih dalam penyelidikan. Begitu juga dengan barang bukti seperti senjata tajam belum ditemukan. Barang bukti yang berhasil disita tiga unit ranmor, visum et repertum, baju korban, rekaman video di TKP, baju tersangka saat kejadian, dan balok.

Dari kesembilan orang yang ditangkap, AF (25) merupakan koordinatornya. Sementara dua orang, KN dan HDK, masih berumur 17 tahun. Keduanya bersama enam pelaku lainnya diduga ikut serta dalam kasus penganiayaan jemaat HKBP Ciketing Bekasi.

Menurut Timur, para tersangka ini melakukan penganiayaan lantaran kesal yang terakumulasi. "Tersangka mengatakan, kenapa Jemaat HKBP tetap melakukan ibadah di lahan kosong Ciketing Bekasi, padahal sudah dilarang oleh Pemerintah Kota Bekasi," jelas Timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau