Hkbp

Ketua DPW FPI Bekasi Menjadi Saksi

Kompas.com - 14/09/2010, 19:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar pukul 14.30, Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) FPI Bekasi, Muharli Barda mendatangi Polda Metro Jaya. Kedatangannya sebagai saksi peristiwa penganiayaan jemaat HKBP Ciketing Bekasi.

"Bukan berati beliau yang salah dan bertanggung jawab. Kita mendengar bahwa FPI Bekasi dipersalahkan. Dengan itikad baik, kita datang memberikan keterangan ke Polda Metro Jaya," terang Munarman, koordinator kuasa hukum FPI kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (14/09/2010).

Menurut Muharli, dari 9 orang tersangka yang telah ditangkap bukanlah anggota FPI. "Saya tidak kenal mereka. Tapi ada satu yang saya kenali itu juga bukan anggota FPI. Saya kenal karena namanya disebut-sebut oleh penyidik," katanya.

Munarman menerangkan, kejadian ini merupakan titik akumulasi kekesalan warga. "Masyarakat sekitar merasa marah karena tidak pernah memberi izin, namun namanya dicantumkan. Ini namanya manipulasi," jelas Munarman.

Menurut Munarman, peristiwa ini adalah kriminal murni. Saat jemaat HKBP Ciketing Bekasi berjalan sekitar 3 kilometer dari perumahan Puyuh Raya F 14 RT 1/RW 15, Pondok Timur Indah, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat menuju lahan kosong Ciketing Bekasi, berpapasan dengan 9 tersangka.

"Apa yang dikatakan Kapolda benar. Ini kriminal murni, kalau terjadi penusukan itu spontan. Ada juga yang mukanya lebam karena hantaman," katanya.

Disinggung tudingan keterlibatan ormas tertentu dalam peristiwa 12 September lalu, Kapolda Irjen Timur Pradopo menjelaskan, "Sejauh ini tidak ada keterlibatan ormas tertentu dalam peristiwa penganiayaan jemaat HKBP pada 12 September 2010 lalu."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau