Banjir, Jadwal KA Kacau

Kompas.com - 14/09/2010, 20:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat dihentikannya perjalanan seluruh Kereta Api tujuan Serpong, Selasa (14/9/2010) karena banjir, maka jadwal perjalanan kereta api dari dan ke Tanah Abang, Jakarta, kacau.

Dari informasi yang diberikan petugas stasiun Palmerah, Jakarta Selatan disebutkan kereta dari Merak dengan tujuan Tanah Abang terpaksa tertahan di sekitar Pondok Ranji.

Sementara kereta Express dari arah Sudirman tujuan Serpong sempat mengehentikan perjalanan di stasiun Palmerah sekitar 2 jam hingga kemudian melanjutkan perjalanan ke Kebayoran Lama.

Disini kereta Express akan melanjutkan perjalanan ke Serpong sambil menunggu banjir reda.

"Ketinggian air di Pondok Betung diatas permukaan rel 10 cm. Pondok Ranji dan sebagainya belum bisa dilalui," demikian pengumuman petugas kereta api di stasiun Palmerah.

Kondisi ini membuat sejumlah penumpang kereta menumpuk di stasiun Palmerah karena kereta api tujuan dari dan ke Serpong menghentikan perjalanannya.

Seperti diketahui banjir di Jakarta dan sekitarnya sejak sore hingga malam tak hanya membuat rel kereta api terendam namun membuat sejumlah ruas jalan tergenang air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau