Jakarta, Kompas -
Dua penumpang sepeda motor mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. Sementara pengemudi sepeda motor mengalami luka ringan.
Asisten Manajer Pusat Kendali Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Bano Yogaswara mengatakan, bus yang melayani Koridor III jurusan Kalideres-Pasarbaru dan bernomor badan TB 064 ini berjalan sesuai lampu lalu lintas.
”Bus dari arah Harmoni menuju ke Jalan Veteran. Saat lampu lalu lintas menyala hijau, transjakarta ini berbelok menuju ke arah Pasarbaru. Tiba-tiba, sepeda motor meluncur ke arah Monas. Padahal, lampu lalu lintas untuk kendaraan yang akan menuju Monas itu masih merah. Bus pun tidak sempat menghindar dan terjadilah kecelakaan,” papar Bano.
Dalam kecelakaan itu, penumpang sepeda motor, yakni Sri Mukminah (33) dan anaknya, M Mukhari (8), terluka di kaki dan kepala. Keduanya dibawa ke RS Budi Kemuliaan.
Sementara pengemudi sepeda motor, Maryanto, hanya mengalami luka ringan dan shock karena kecelakaan itu. Sepeda motor bernomor polisi B 3219 QG itu juga rusak.
Setelah kejadian itu, polisi meminta keterangan dari sopir bus, Hendri Satriyo. Sementara petugas jaga dari operator bus Transbatavia juga meminta keterangan dari pengendara dan penumpang sepeda motor.
Kecelakaan yang melibatkan bus transjakarta kerap terjadi. Sejak Januari-Juni, ada 238 kecelakaan bus transjakarta dengan berbagai kendaraan lain dan penyeberang jalan.
Anggota Dewan Transportasi Kota DKI Jakarta, Tulus Abadi, mengatakan, angka kecelakaan bus transjakarta dengan sepeda motor tergolong tinggi. Bahkan, diprediksi mencapai 70 persen dari total kecelakaan yang melibatkan bus ini.
Tulus berharap pemerintah segera mengambil langkah guna menghindari pertambahan kecelakaan yang melibatkan moda transportasi itu.
Salah satu langkah yang perlu dibenahi adalah pelayanan transjakarta. Pelayanan bus yang baik diharapkan dapat meningkatkan peralihan pengguna sepeda motor ke bus. Selain semakin mendesaknya standar pelayanan minimal transjakarta, operator dan pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana lain, seperti pertambahan armada serta lokasi park and ride.
Di sisi lain, perilaku pramudi transjakarta juga masih perlu ditingkatkan. Hal ini adalah salah satu penarik bagi masyarakat untuk mau menggunakan transjakarta sehari-hari.
Hasil survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia pada Maret 2010, sejumlah 20,2 persen pengguna sepeda motor beralih menjadi penumpang transjakarta.