JAKARTA, KOMPAS.com — Berdasarkan survei tim Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) pada 8-12 September 2010, semua rute yang akan dilewati para pebalap pada Speedy Tour d'Indonesia (TDI) dipastikan dalam kondisi baik.
"Kami telah melakukan survei di semua kota dan dapat dipastikan kondisi jalan 90 persen baik. Tidak ada hal krusial," kata Eva Chatarina, Bidang Luar Negeri PB ISSI, di Jakarta, Rabu (15/9/2010).
Eva menjelaskan, waktu pelaksanaan TDI sesudah Lebaran, yakni 24 Oktober hingga 4 November 2010, mendatangkan keuntungan tersendiri bagi pihak penyelenggara. Pasalnya, kondisi jalan yang dilalui para pebalap TDI merupakan jalur mudik.
Sudah menjadi rutinitas bahwa jalan-jalan yang merupakan rute mudik akan mengalami perbaikan sebelum Lebaran. Rute inilah yang nanti dapat dinikmati para pebalap TDI.
Hanya saja, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus terkait rute TDI ini adalah adanya beberapa jalur yang dianggap crowded di etape dua (Bandung-Cirebon).
Oleh sebab itu, saat di Bandung, para pebalap akan dijaga dalam konvoi sampai lokasi yang sudah dianggap aman baru diberhentikan untuk istirahat. Sementara rute yang akan dilewati para pebalap diawali dengan kriterium di Jakarta dan dilanjutkan dengan road race mengambil rute Bandung-Cirebon-Pekalongan-Semarang-Yogyakarta-Madiun-Surabaya-Gilimanuk-Denpasar. Sebagai penutup, di Alun-alun Renon diadakan kriterium.
Kompetisi yang menempuh jarak 1172,6 km ini memperebutkan hadiah uang tunai 100.000 dollar AS serta Piala Presiden. Sedangkan jumlah peserta yang semula ditargetkan 20 tim (10 asing dan 10 lokal) sampai saat ini baru empat tim asing yang terdaftar akan ikut serta. Mereka adalah Eddy Holland Bike Service (Belanda), CCN Colossi, 7 Eleven (Filipina), dan Sport Power (Swiss).
"Untuk tim Polygoo Sweet Nice (PSN), kita tolak karena mereka tidak menyertakan pebalap asing, tetapi malah memasukan pebalap lokal. Untuk itu, sebagai antisipasi, kami akan menawarkan kepada beberapa tim cadangan, antara lain, KSPO Korea Selatan (Korsel) dan Azad University. Kalau memang PSN tidak menyatakan konfirmasi, kami akan mengalihkan undangannya kepada tim lain," terang Eva.
Beberapa tim asing lainnya yang juga belum mengonfirmasikan keikutsertaan mereka antara lain Giant Asia Racing Taiwan dan Tabriz Petrochemical Team (Iran).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang