Mario Gomez Dituntut Main Kesetanan

Kompas.com - 15/09/2010, 16:34 WIB

MUENCHEN, KOMPAS.com Presiden Bayern Muenchen Karl-Heinz Rummenigge menghendaki striker Mario Gomez bermain layaknya setan agar bisa mendapat posisi starter di "FC Hollywood".

Gomez datang ke Bayern musim lalu dengan status sebagai pemain termahal dalam sejarah Bundesliga. Sayangnya, performa stiker tim nasional Jerman itu tak sebanding dengan harganya. Ia kalah bersaing dengan penyerang lain macam Thomas Mueller, Ivica Olic, dan Miroslav Klose.

Liverpool sempat berniat meminjamnya di bursa transfer lalu. Namun, tawaran "The Reds" ditolak Bayern karena mereka merasa Gomez masih pantas diberi kesempatan.

"Saya bilang kepadanya (Gomez) dalam percakapan panjang, 'Kami percaya kepada Anda, tapi Anda harus berjuang untuk posisi Anda sendiri.' Kesepakatan pinjaman yang ditawarkan oleh Liverpool tidak masuk akal, " kata Rummenigge kepada BILD.

"Anda harus berjuang dan bekerja seperti setan. Ivica Olic sangat populer karena ia selalu bertarung seperti iblis."

"Soren Lerby (mantan pemain Bayern) bermain cengeng pada tahun pertamanya. Pelatih lama kami, Udo Lattek, ingin menjualnya, tapi tak ada pembeli. Namun, pada tahun kedua, Lerby adalah pemain kelas dunia. Mario saya pikir bisa seperti itu. Kami akan melakukan hal itu untuk mendukungnya," pungkas Rummenigge. (BILD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau