BOYOLALI, KOMPAS.com — Sejumlah daerah di hilir Waduk Kedung Ombo, Boyolali, Jawa Tengah, diminta waspada. Ketinggian muka air di waduk itu terus meningkat.
Hari Rabu (15/9/2010) ini, Tim SAR Putra Serang Kemusu menetapkan status siaga satu karena ketinggian air mendekati 93 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Komandan SAR Putra Serang Kemusu, Hartono, di Boyolali, mengatakan, elevasi air waduk saat ini kondisinya naik dan sudah di atas ambang batas normal sehingga pihaknya menetapkan siaga satu bagi warga di sabuk hijau wilayah WKO.
Menurut Hartono. elevasi maksimal tahun sebelumnya hanya menyentuh batas normal, yakni 92 mdpl, tetapi karena sering turun hujan, permukaan air terus naik. "Kami segera melaporkan kejadian itu ke Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Pemerintah Kabupaten Boyolali," katanya menegaskan.
Menurut dia, setelah menerima laporan, diharapkan pemerintah mengambil langkah penyelamatan terhadap ribuan warga di sekitar genangan. Di antaranya, warga dapat mengevakuasi barang-barang miliknya di tempat yang aman.
Ia menjelaskan, jika kondisi air terus meningkat, maka Tim SAR langsung mengadakan evakuasi warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Kami mengharapkan segera ada tindakan dari Basarnas dan pemkab," katanya.
Menurut Hartono, pihaknya menetapkan siaga satu tersebut sejak elevasi air naik sekitar sepekan yang lalu. Apalagi, kemarin ada empat korban jiwa yang tenggelam di perairan waduk, di Kemusu.
Menurut Hartono, empat korban tewas tersebut bukan akibat bencana alam banjir atau rob, tetapi murni kecelakaan saat mancing dan mandi di waduk. "Kami menyatakan bencana alam jika genangan air waduk sudah memasuki perkampungan warga," katanya.
Sementara itu, Pemkab Boyolali juga terus memonitor perkembangan elevasi air waduk, tetapi hingga sekarang belum ada laporan warga yang minta dievakuasi.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Boyolali, Sucipto, menjelaskan, pihaknya belum menerima adanya laporan, baik dari warga maupun muspika setempat.
Kendati demikian, pihaknya mengimbau kepada warga di sekitar sabuk hijau WKO agar lebih waspada. Jika kondisi air sudah mengkhawatirkan hingga masuk ke permukiman, maka muspika segera melaporkan ke tim pengamanan Pemkab.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang