Ferguson Akui Kesalahannya

Kompas.com - 16/09/2010, 04:03 WIB

MANCHESTER, RABU - Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson mengakui kesalahannya tidak memainkan striker Dimitar Berbatov sebagai salah satu penyebab timnya ditahan Rangers 0-0 pada laga Grup C Liga Champions di Old Trafford, Manchester, Selasa (14/9) atau Rabu dini hari WIB.

Ferguson mengganti 10 pemainnya yang tampil saat bermain imbang 3-3 melawan Everton pada Liga Inggris di Goodison Park, Sabtu lalu. Posisi Berbatov, yang telah mencetak tiga gol dari empat kali penampilan Manchester United (MU) di Liga Inggris, disingkirkan dan diganti striker baru Meksiko, Javier Hernandez.

Hernandez diduetkan bareng Wayne Rooney, striker yang tampil setelah belum lama ini diguncang berita skandal dengan pekerja seks. Sepanjang laga, MU hanya membuat tiga peluang gol yang tepat ke gawang lewat Rooney dan Darron Gibson.

”Kritik yang bakal muncul, mengapa saya tak memasang tim kuat. Tetapi, saya merasa memainkan tim kuat,” kata Ferguson. ”Kami punya skuad luar biasa. Sebagian besar dari mereka tampil di ajang Charity Shield.”

Dengan penegasan itu, Ferguson tidak mau disalahkan atas pilihan skuadnya. Ia menyebut, kegagalan timnya mencetak gol lebih karena gaya pertahanan total Rangers.

Namun, ia tetap mengaku bersalah tidak memasukkan Berbatov dalam timnya.

”(Hasil) ini juga karena Berbatov tak tampil.... Dia salah satu pemain terbaik kami musim ini. (Absennya Berbatov) ini sebuah kerugian,” lanjut Ferguson. ”Kemampuannya mencetak peluang di tengah situasi ketat bisa membuat berbeda hasil laga itu.”

Di samping absennya Berbatov dan solidnya pertahanan Rangers, hal lain yang membuat MU sulit mencetak gol, yaitu tiadanya penggedor serangan sekelas dan sekreatif Paul Scholes yang biasa melepaskan rentetan tembakan jarak jauh atau umpan matang.

”Anda butuh 10 poin untuk lolos (ke babak 16 besar),” ujar Ferguson.

Selain rugi gagal meraup tiga poin, MU juga mendapat kabar buruk, berupa cedera engkel kiri gelandang Antonio Valencia.

Menurut Ferguson, ia bisa absen sepanjang musim ini. Ketangguhan MU tanpa Valencia bakal diuji Liverpool saat musuh bebuyutan itu berduel pada ajang Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (19/9).

Sinyal dominasi Spanyol

Laga pertama babak penyisihan grup Liga Champions, Rabu dini hari kemarin, menjadi panggung dua klub Spanyol. Di Grup D, Barcelona melumat Panathinaikos 5-1 (3-1) di Nou Camp.

Lionel Messi mencetak dua gol menit ke-22 dan ke-45 serta seharusnya membuat hattrick andai tidak gagal dalam tendangan penalti. Tiga gol lain dicetak David Villa (33’), Pedro Rodriguez (78’), dan Daniel Alves (93’).

Striker Perancis, Sidney Govou, memperkecil kekalahan Panathinaikos lewat golnya menit ke-30. ”Pekerjaan berat lawan Barcelona bukanlah mengejar atau menjaga pemain mereka, melainkan bagaimana mempertahankan bola,” kata Nikos Nioplias, Pelatih Panathinaikos.

Klub Spanyol lainnya, Valencia, juga meraup kemenangan besar. Mereka melibas Bursaspor 4-0 (2-0) di Stadion Ataturk, Bursa, Turki. Meski lawan tim ri- ngan, kemenangan itu bukti mereka tidak terlalu terpengaruh setelah ditinggal ”duo-David”, David Villa dan David Silva.

Kemenangan besar mereka mengirimkan sinyal dominasi klub Spanyol yang mungkin terjadi musim ini. Klub Spanyol lainnya, Real Madrid, menjamu Ajax, Kamis dini hari WIB tadi.

Inter ditahan debutan

Di Grup A, juara bertahan Inter Milan ditahan 2-2 (2-2) di kandang debutan Belanda, Twente Enschede. Inter unggul dulu melalui gol Wesley Sneijder menit ke-13, tetapi tertinggal setelah Theo Janssen dan gol bunuh diri Diego Milito mengoyak gawang mereka.

Samuel Eto’o penyelamat Inter dari kekalahan.

Di grup itu pula, Werder Bremen memberi pelajaran bagi debutan lain, Tottenham Hotspur. Tottenham unggul dulu 2-0 lewat gol bunuh diri Petri Pasanen dan Peter Crouch. Namun, mereka dibalas dua gol Hugo Almeida dan Marko Marin pada menit ke-43 dan ke-47. (AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau