Putus Hubungan Juga Ada Etikanya

Kompas.com - 16/09/2010, 11:20 WIB

KOMPAS.com - Saat hubungan sudah terasa hambar dan tak lagi menarik hati Anda, salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah memutuskan hubungan dengan si dia. Namun, mengucapkan kata "putus" bukan perkara mudah. Apalagi jika dia merasa masih cinta. Sebagai pihak yang memutuskan hubungan, Anda tentu akan dianggap egois dan tak berperasaan oleh si dia.

Meski pun begitu, Anda tetap harus melakukannya untuk menghindari rasa sakit yang lebih akut, baik untuk Anda atau pun untuk dia. Lalu, bagaimana membuatnya mengerti dan menerima bahwa Anda ingin berpisah dari dia?

* Tetapkan Hati
Mungkin, dia tak mau begitu saja diputuskan. Bahkan ia akan menghujani Anda dengan permohonan, kemarahan, atau rasa bersalah. Jika sudah mantap, yakini keputusan Anda dan abaikan saja rasa bersalah itu. Tak perlu menyesal atau merasa kasihan karena hal ini hanya akan memperlambat langkah Anda dan mencegah Anda mencapai tujuan.

* Cari Tempat Netral
Ini yang tidak terpikirkan oleh banyak orang bahwa untuk menyampaikan keputusan ini (baca: memutuskan hubungan dengan seseorang), kita membutuhkan lokasi netral. Mengapa? Karena tempat-tempat netral akan memudahkan Anda untuk "melarikan diri", terutama jika pembicaraan atau perdebatan menjadi berlarut-larut. Sebaliknya, hindari memutuskan si dia di rumah Anda karena Anda tak bisa lari ke mana-mana lagi jika ingin menyudahi pembicaraan.

* Lakukan Dengan Cepat
Membuat keputusan untuk berpisah memang sulit. Pasti banyak pertimbangan yang bisa membuat Anda ragu kembali sehingga rencana memutuskan tertunda. Itu sebabnya, jika keputusan Anda sudah bulat, lakukanlah segera. Semakin menundanya, Anda bisa kembali ragu. Ia pun akan semakin menganggap Anda tidak serius. Apalagi jika Anda menunjukkan berat hati untuk memutuskan hubungan ini. Si dia akan berpikir dapat mengubah perasaan dan keputusan Anda.

* Katakan Apa Adanya
Hindari penggunaan alasan klise, seperti, "Aku sayang kamu, tapi saat ini aku sedang ingin sendiri." Percuma. Pria tidak memahami kalimat-kalimat seperti ini. Jika Anda memang telah kehilangan rasa cinta padanya, atau Anda jatuh cinta pada pria lain, katakan saja apa adanya. Ia tak akan bisa berdebat lagi. Sebaliknya, jika Anda berbohong dan akhirnya dia mengetahui kebohongan Anda, dia akan makin sakit hati.

* Buat Kesepakatan
Bagaimana kelanjutan hubungan Anda dan dia setelah putus? Harusnya tidak ada kecuali Anda dan dia bersepakat tetap menjalin hubungan baik. Namun, jika Anda ingin "terlepas" sepenuhnya dari dia, buatlah kesepakatan bahwa Anda tidak akan membalas telepon, SMS, atau emailnya setelah hubungan ini berakhir. Jika ia memang menghargai Anda, ia akan berhenti mengganggu Anda. Untuk itu, Anda mesti sungguh-sungguh mematuhi peraturan yang Anda buat sendiri. Hindari mengatakan, "Kamu masih boleh meneleponku kapan saja kamu mau." Ini akan membuat Anda terlihat tidak sungguh-sungguh menjauh darinya.

(Erma D.K./Majalah Chic)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau