Tuduhan pelecehan seksual

Dakwaan Kabur, Anand Krishna Minta Bebas

Kompas.com - 16/09/2010, 12:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim penasihat hukum terdakwa Anand Krishna menilai dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum (JPU) kabur, tidak jelas, dan tidak lengkap. Hal itu disampaikan penasihat hukum Anand dalam berkas jawaban atas dakwaan JPU atau eksepsi saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Harapan kami majelis hakim memvonis dakwaan batal demi hukum. Kita juga minta nama baik Anand dikembalikan," ucap Astro P Girsang, pengacara Anand seusai sidang, Kamis (16/9/2010).

Sidang hari ini berlangsung secara tertutup. Begitu pula saat sidang perdana dua pekan lalu. Menurut majelis hakim, dakwaan yang disusun JPU terlalu vulgar. "Biasanya nanti vonis aja yang terbuka," kata Astro.

Astro menjelaskan, kesalahan dalam dakwaan seperti penulisan nama dan alamat terdakwa yang tidak sesuai dengan kartu tanda penduduk. Selain itu, ketidakjelasan dakwaan lainnya terkait waktu kejadian yang tidak dijelaskan kapan tanggal peristiwa pelecehan terjadi. "Ditulis hanya sekitar bulan ini sampai bulan ini," katanya.

Dalam berkas dakwaan, ungkap Astro, kliennya didakwa telah melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa perempuan di empat lokasi seperti di Bogor dan Bali. Padalah, ucap dia, kliennya hanya dijerat berdasarkan laporan Tara Pradibta Laksmi yang mengaku telah dilecehkan di tempat praktik Anand di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan. "Dilakukan di satu tempat. Sementara dakwaan empat tempat," kata Astro.

Seperti diberitakan, pemilik Yayasan Anand Ashram itu dikenakan pasal 290 dan 294 KUHP tentang pelecehan seksual. Dalam sidang hari ini, hadir puluhan anggota Anand Ashram. Karena tertutup, mereka hanya memantau guru spiritualnya dari luar ruang sidang. Ikut hadir Widjarningsih, ibu Tara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau