BPK Didesak Audit Anggaran "Pelesiran"

Kompas.com - 16/09/2010, 13:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) didesak mengaudit penggunaan anggaran kunjungan kerja ke luar negeri anggota DPR yang pada tahun anggaran 2010 mencapai Rp 162 miliar. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil menyebutkan, selama ini anggaran kunjungan kerja ke luar negeri tak jelas penggunaan dan dilakukan secara tidak transparan.

Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch, Abdullah Dahlan, mengatakan, berdasarkan audit BPK tahun 2006-2007, banyak penggunaan anggaran kunjungan kerja yang tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya.

"Ini sangat dipertanyakan. Audit BPK juga mengatakan, banyak studi banding yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Padahal, tren anggaran meningkat," ujar Dahlan, dalam jumpa pers bersama di Kantor TI Indonesia, Kamis (16/9/2010).

Oleh karena itu, BPK diminta melakukan audit investigasi/forensik terhadap penggunaan anggaran studi banding DPR dan berkoordinasi dengan KPK bila terjadi potensi kerugian negara. Dewan, lanjut Dahlan, harus memaparkan secara transparan dan akuntabel terhadap setiap kunjungan kerja yang dilakukannya, baik dari segi anggaran maupun hasilnya.

Koordinator Indonesia Budget Centre Arif Nur Alam mengatakan, selama ini kegiatan studi banding yang dilakukan menjelang akhir tahun dinilai hanya untuk menghabiskan anggaran yang sudah dialokasikan. DPR tak pernah mempertimbangkan skala prioritas negara yang dikunjungi dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan dalam mendorong kerja legislasi.

"Kalau kita lihat seperti memaksakan menghabiskan dana. Ini dapat dikatakan sebagai bentuk eksploitasi uang negara secara sistematis oleh anggota DPR," kata Arif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau