Pasca-lebaran

Arus Balik Padati Pantura Indramayu

Kompas.com - 16/09/2010, 14:44 WIB

Indramayu, Kompas - Arus balik pemudik pada H+4 Lebaran atau Rabu (15/9), yang melintasi jalur pantura Cirebon-Indramayu, masih tinggi. Kepadatan terjadi di sejumlah titik. Hal itu di antaranya karena bus menaikkan penumpang di terminal bayangan.

Padatnya arus di jalur pantai utara (pantura) Cirebon-Indramayu terpantau setelah hujan yang mengguyur Cirebon sejak Rabu pagi reda sekitar pukul 11.00. Pemudik sepeda motor, yang awalnya berteduh, bersamaan memulai kembali perjalanannya.

Di Kota Cirebon, kepadatan arus terlihat di sepanjang Jalan Ahmad Yani, terutama di sekitar Terminal Harjamukti dan persimpangan Kesambi. Di Kabupaten Cirebon, kepadatan terlihat di Simpang Kedawung karena banyak bus dan angkutan antarkota menaikkan penumpang.

Kepadatan juga berlanjut di sekitar Pasar Weru-Pasar Pasalaran, Plered, Kabupaten Cirebon. Penyebabnya sama, bus berhenti sembarangan dan menaikkan penumpang. Saking padatnya arus di daerah Kedawung, sekitar pukul 14.00, polisi mengalihkan kendaraan dari Jawa Tengah, di pertigaan Berlian, melalui Jalan Yos Sudarso, menuju Indramayu lewat jalur alternatif Cirebon-Karangampel.

Padatnya kendaraan semakin terasa di daerah Tegalkarang, Cirebon, karena pertemuan sepeda motor dengan mobil pemudik yang baru keluar dari jalur Tol Palimanan-Kanci. Kondisi itu terus berlanjut sampai Jatibarang, Lohbener, hingga Losarang, Indramayu.

Karena banyaknya kendaraan yang melintas, waktu tempuh Kota Cirebon-Losarang menjadi 2,5 jam dari biasanya hanya 1,5 jam. Menurut H Kusin, Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, sampai Sabtu (18/9) kepadatan arus balik akan merata. Itu karena sejak Senin, selisih jumlah kendaraan tak berbeda jauh.

Jumlah kendaraan yang melintasi pantura selama Senin dan Selasa mencapai 133.012 unit dan 157.648 unit. "Dengan kepadatan yang merata dari pagi hingga sore, diperkirakan jumlah kendaraan arus balik pada Rabu ini (kemarin) mencapai 130.000 unit," ujarnya.

Kecelakaan

Kondisi jalan yang mulus, hujan yang berakibat jalan licin, dan kurang hati-hatinya pengguna jalan mengakibatkan angka kecelakaan yang terjadi di pantura Indramayu tinggi. Hingga Rabu, tercatat 115 korban kecelakaan dirawat di RS Bhayangkara, Losarang.

Sebanyak 63 orang luka ringan, 41 orang luka berat, dan 11 orang meninggal dunia. Jumlah korban yang meninggal dunia meningkat dibandingkan arus mudik-balik 2009, yang hanya lima orang. Kepala RS Bhayangkara Kompol dr Asep Hendradiana mengatakan, korban bukan hanya pemudik, melainkan juga banyak warga Indramayu. Salah satu korban warga lokal adalah Danerah (50), penduduk Desa Malangsemirang, Jatibarang, yang terlindas bus karena kurang hati-hati saat menyeberang. (THT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau