SURABAYA, KOMPAS - Iklim cuaca yang tak menentu berpengaruh terhadap tingkat serapan beras Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur. Saat ini rata-rata serapan beras hanya 300 ton per hari. Meski demikian, persediaan pangan di Jawa Timur dipastikan tetap aman karena stok beras Bulog di gudang masih hingga enam bulan ke depan.
"Kondisi stok beras di gudang hingga September sebanyak 303.000 ton. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan konsumsi beras masyarakat Jatim hingga enam bulan ke depan," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jatim Agusdin Fariedh, Rabu (15/9) di Surabaya.
Dari sisi volume, penyerapan beras tahun ini jauh menyusut dibandingkan tahun lalu. Sejak Januari hingga September 2010, Perum Bulog Divre Jawa Timur baru menyerap 587.000 ton beras. Jumlah ini jauh di bawah tingkat penyerapan periode sama tahun lalu sebanyak 800.000 ton.
"Jumlah serapan beras memang berkurang, tetapi dari sisi stok masih relatif aman. Persediaan ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim,"ucapnya.
Menurut Fariedh, kondisi iklim yang tak menentu berupa musim hujan panjang mengakibatkan penurunan produksi beras di Jatim. Karena kecilnya penyerapan beras, pada Agustus 2010 Perum Bulog Divre Jatim terpaksa merevisi target pengadaan beras tahun 2010 dari 850.000 ton menjadi 650.000 ton. Artinya, jumlah penyerapan beras tahun ini akan jauh di bawah penyerapan beras tahun lalu sebanyak 1,1 juta ton.
Siapkan bantuan benih
Untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen atau puso, Dinas Pertanian Jatim mengalokasikan bantuan benih padi untuk 396.625 hektar lahan padi, dengan rincian benih padi hibrida 15 kilogram per hektar dan padi nonhibrida 25 kilogram per hektar.
Sedangkan bantuan benih jagung disalurkan untuk 155.037 hektar lahan dengan besaran bantuan 15 kilogram per hektar. Sementara itu, bantuan benih kedelai disalurkan untuk 183.000 hektar, setiap hektar dialokasikan untuk 40 kilogram bibit kedelai.
"Seluruh benih diberikan secara gratis. Petani yang mengalami gagal panen tinggal mengajukan permohonan bantuan benih ke dinas pertanian setempat," kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim Achmad Nur Falakhi.(ABK)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang