Stok Beras Aman Enam Bulan ke Depan

Kompas.com - 16/09/2010, 15:04 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Iklim cuaca yang tak menentu berpengaruh terhadap tingkat serapan beras Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur. Saat ini rata-rata serapan beras hanya 300 ton per hari. Meski demikian, persediaan pangan di Jawa Timur dipastikan tetap aman karena stok beras Bulog di gudang masih hingga enam bulan ke depan.

"Kondisi stok beras di gudang hingga September sebanyak 303.000 ton. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan konsumsi beras masyarakat Jatim hingga enam bulan ke depan," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jatim Agusdin Fariedh, Rabu (15/9) di Surabaya.

Dari sisi volume, penyerapan beras tahun ini jauh menyusut dibandingkan tahun lalu. Sejak Januari hingga September 2010, Perum Bulog Divre Jawa Timur baru menyerap 587.000 ton beras. Jumlah ini jauh di bawah tingkat penyerapan periode sama tahun lalu sebanyak 800.000 ton.

"Jumlah serapan beras memang berkurang, tetapi dari sisi stok masih relatif aman. Persediaan ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim,"ucapnya.

Menurut Fariedh, kondisi iklim yang tak menentu berupa musim hujan panjang mengakibatkan penurunan produksi beras di Jatim. Karena kecilnya penyerapan beras, pada Agustus 2010 Perum Bulog Divre Jatim terpaksa merevisi target pengadaan beras tahun 2010 dari 850.000 ton menjadi 650.000 ton. Artinya, jumlah penyerapan beras tahun ini akan jauh di bawah penyerapan beras tahun lalu sebanyak 1,1 juta ton.

Siapkan bantuan benih

Untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen atau puso, Dinas Pertanian Jatim mengalokasikan bantuan benih padi untuk 396.625 hektar lahan padi, dengan rincian benih padi hibrida 15 kilogram per hektar dan padi nonhibrida 25 kilogram per hektar.

Sedangkan bantuan benih jagung disalurkan untuk 155.037 hektar lahan dengan besaran bantuan 15 kilogram per hektar. Sementara itu, bantuan benih kedelai disalurkan untuk 183.000 hektar, setiap hektar dialokasikan untuk 40 kilogram bibit kedelai.

"Seluruh benih diberikan secara gratis. Petani yang mengalami gagal panen tinggal mengajukan permohonan bantuan benih ke dinas pertanian setempat," kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim Achmad Nur Falakhi.(ABK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau