Lebih Praktis dengan Makanan Kering

Kompas.com - 17/09/2010, 09:35 WIB

KOMPAS.com — Saat perut harus diisi, tetapi waktu tak mendukung, yang paling pas menemani adalah lauk kering.

Lauk kering dibuat dengan maksud agar tahan lama alias sekali dibuat bisa dimakan untuk beberapa hari. Bicara soal rasa, tak kalah dengan makanan biasa, kok. Tugas Anda di rumah pun menjadi ringan, menghemat pengeluaran pula.

Biasanya makanan kering menjadi primadona ketika Anda tak sempat memasak atau sedang tak ada pembantu. Nah, apa saja bahan makanan yang bisa diolah menjadi lauk kering? Simak di sini!

Ikan teri: tambahkan teri dengan petai yang digoreng sampai kering atau kacang tanah goreng.

Tempe:  di pasar atau di tukang sayur banyak penjual tempe yang menyediakan aneka irisan tempe, seperti memanjang ala korek api atau kotak-kotak. Memudahkan untuk dimasak, kan? Sampai rumah, tempe digoreng kering. Rasanya yang manis pasti disukai anak-anak.

Bihun:  gunakan minyak banyak yang panas untuk menggoreng bihun, angkat, tiriskan. Hancurkan sedikit, bubuhi abon siap pakai. Lalu tumis sedikit bumbu balado yang ditambah gula pasir dan cuka masak. Setelah bumbu kental baru masukkan bihun goreng dan abon, aduk sampai rata.

Kentang:  entah itu potongan korek api atau potongan tipis-tipis bentuk segitiga, Anda bisa menggorengnya hingga kering. Tambahkan teri jengki yang digoreng kering atau dengan dendeng manis. Bisa juga dengan ebi yang sudah dihaluskan dan dibumbui pedas manis.

Kelapa:  sangrai kelapa sampai kering lalu buat menjadi serundeng. Tambahkan daging suwir atau kacang tanah kupas yang sudah digoreng. Campur sampai rata, masak dengan api kecil sambil diaduk hingga kering.

(Tabloid NOVA/Nuraini W)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau