Pria Gemuk Bisa ML Lebih Lama

Kompas.com - 17/09/2010, 16:40 WIB

KOMPAS.com - Anda yang memiliki kekasih bertubuh gemuk pasti senang mendengar hasil penemuan terbaru ini. Pria tambun ternyata mampu bertahan lebih lama saat bercinta!

Para peneliti di Erciyes University in Kayseri baru saja menyelesaikan studi yang berupaya mengaitkan indeks massa tubuh dengan performa seksual pria. Studi yang sudah berlangsung selama setahun ini menyimpulkan, pria yang memiliki kelebihan lemak tubuh ternyata bertahan lebih lama dalam urusan ranjang. Pria yang tubuhnya berat mampu bercinta dalam rata-rata 7,3 menit, sedangkan pria yang lebih ramping sudah cukup beruntung bila bisa bertahan 108 detik saja (dalam arti saat melakukan intercourse hingga orgasme).

Alasan di balik fakta tersebut adalah hormon-hormon kewanitaan. Pria dengan kelebihan lemak tubuh menunjukkan tingkat hormon seks perempuan -estradiol- yang lebih tinggi. Munculnya substansi ini akan mengacaukan neurotransmitter pria alami, dan memperlambat laju mereka dalam mencapai orgasme. Ironisnya, semakin tidak maskulin penampilan tubuh mereka, pria gemuk akan semakin menjadi pecinta yang lebih baik.

Perbandingan antara indeks massa tubuh dan performa seksual ini diamati dari lebih 100 pria yang sedang menjalani perawatan disfungsi seksual, dan 100 pria lain yang bertahan lebih lama saat berhubungan intim. Hasilnya, diketahui bahwa pria yang sering mengalami ejakulasi dini umumnya jauh lebih ramping dan lebih bugar ketimbang mereka yang performa seksnya lebih baik.

Penelitian ini memang dilakukan di Amerika, negara dengan penduduk tergemuk ketiga di dunia versi World Health Organization. Diperkirakan 66,7 persen dari populasi yang mengalami overweight ini merupakan pasangan seksual yang hebat.

Meskipun demikian, studi ini memang tidak mengambil sikap apapun terhadap topik ini. Sebab penelitian ini ternyata tidak didukung bukti ilmiah untuk menunjukkan kebenarannya. Malahan, dalam riset global dari situs Onepoll.com tahun lalu, dimana dilakukan survei terhadap 15.000 perempuan dari 20 negara, Amerika menduduki peringkat kelima dari bawah sebagai pecinta yang terlalu kasar. Sedangkan pria Spanyol, Brazil, dan Italia menduduki posisi tiga besar.

Anda tidak puas atau tidak setuju dengan hasil penelitian ini? Anda yang memiliki pasangan ramping maupun gemuk mungkin akan saling berkilah: bukankah yang penting kualitasnya, bukan kuantitasnya? Apapun, sebenarnya yang penting adalah kenyamanan dan kepuasan Anda sendiri saat bercinta dengan si dia. Bukan begitu?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau